Di Publish Pada Tanggal : Senin, 09 Januari 2017 06:11 WIB

3 Organisasi Wartawan Bersatu Tambah Kuat

Kendari, HanTer - Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat Yadi Hendriana mengatakan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aliansi Jurnalistik Independen (AJI), dan IJTI akan kuat bila bisa bersatu dalam memecahkan masalah yang meresahkan masyarakat.
 
"Dengan kekuatan yang kita bangun ini, maka keresahan yang banyak dialami masyarakat terhadap wartawan yang tidak memiliki wadah maupun media yang jelas, akan terjawab dengan sendirinya," kata Yadi, Ahad (8/1/2017).
 
Pers yang menjadi pilar demokrasi ke empat di Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga proses demokrasi berjalan sesuai undang-undang, tetapi di balik itu ada juga oknum wartawan yang justru melanggar dari ketentuan kode etik jurnalistik.
 
"Saya yakin bahwa wartawan yang sering melanggar dari kode etik jurnalis itu umumnya adalah wartawan abal-abal yang tidak jelas medianya dan hal itu tidak perlu kita berkawan dengannya," terangnya.
 
Yadi mengatakan, dalam era reformasi saat ini dunia kewartawan juga semakin maju dan berkembang tidak hanya media cetak dan elektronik, namun yang notabene merajai produk-produk pers adalah bisnis media online yang begitu cepat bisa terakses ke masyarakat.
 
Khusus untuk wartawan yang tergabung dalam IJTI, kata dia, saat itu tidak lebih dari 200 orang, tetapi saat ini sudah lebih dari 2.000 orang, dan angka keanggotaan IJTI itu akan terus bertambah seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi yang begitu cepat dan teransparan.
 
Produk-produk pers yang harus tetap dibangun dan dipertahankan adalah per yang beretika dan bertanggung jawab, demi memperkokoh proses demokrasi yang sedang berlangsung ini.
 
Rangakaian Lokakarya dan Musda I IJTI Sultra menghadirkan Ketua PWI Sultra Hidayatullah sebagai narasumber, serta Imam Wahyudi dari Dewan Pers Pusat.
 
Keterangan dari salah seorang pengurus IJTI Pusat yang ikut hadir dalam Musda Pertama IJTI di Sultra itu, Herik mengatakan, dengan terbentuknya kepengurusan baru IJTI Sultra itu berarti provinsi ke 30 yang terbentuk pengurus IJTI.
 
"Masih ada empat provinsi di Indonesia yang belum membentuk IJTI yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat dan Kalimantan Barat," ujarnya.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats