Di Publish Pada Tanggal : Senin, 09 Januari 2017 16:05 WIB

Penyelundupan Puluhan Reptil Dilindungi Digagalkan Petugas Bandara Adisutjipto

Sleman, HanTer - PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta bersama Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta menggagalkan upaya penyelundupan puluhan reptil dilindungi dari berbagai jenis.

"Rencana upaya penyelundupan sebanyak. 71 reptil dilindungi tersebut akan dibawa ke Bangkok, Thailand dengan transit Jakarta dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Sabtu 7 Januari," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama dalam keterangan pers, Senin.

Menurut dia, dua pelaku upaya penyelundupan tersebut yakni YF dan VY, keduanya warga Magelang, Jawa Tengah.

"Awalnya kami mendapati beberapa boks makanan seperti pengemasan gudeg. Melalui 'sreening chek point x ray' tiga dimensi kami mendapati sesuatu yang mencurigakan walaupun barang tersebut dikemas dengan baik seolah makanan gudeg," katanya.

Ia mengatakan, boks makanan tersebut dimasukkan ke dalam sebuah koper milik dua pelaku yang merupakan calon penumpang Air Asia QZ 7557.

"Awalnya pelaku mengaku isinya makanan gudeg, tapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata di dalamnya terdapat beberapa ekor binatang," katanya.

Agus mengatakan, reptil yang hendak diselundupkan itu terdiri dari 20 ekor biawak, delapan ekor kadal lidah biru, 20 ekor kura-kura, 10 ekor kodok hijau, lima ekor ular phyton dan sembilan soya payung.

Hasil temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta.

"Dari 71 reptil tersebut hanya ada tiga reptil yang dilindungi yakni soya payung, biawak coklat Maluku dan Timor serta kadal lidah biru," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta Wisnu Haryana.

Ia mengatakan, pelaku akan dijerat dengan melanggar pasal 7 Undang-Undang 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan dan Pasal 40 ayat 2 tentang Kejahatan Konservasi.

"Ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp100 juta," katanya.

Wisnu mengatakan pihaknya telah menyerahkan barang bukti dan pelaku ke Polda DIY untuk proses hukum lebih lanjut.


(Oni/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats