Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 Juli 2017 21:21 WIB

Bupati Merauke Minta Pihak LSM Berhenti Ganggu Investor

Merauke, HanTer - Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), baik dalam maupun luar negeri untuk berhenti mengganggu investasi di Merauke. 
Sebab menurut Bupati Frederkus Gebze, kehadiran  investor tersebut sangat dibutuhkan pemerintah daerah.
 
Karena  pemerintah tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun semua fasilitas yang ada sehingga butuh investor dari luar, salah satunya perkebunan kelapa sawit sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Merauke.  
 
Yang terjadi sekarang, kata Bupati  Frederikus Gebze adalah masalah ini  dimanfaatkan oleh NGO atau para LSM yang membuat kampanye  hitam tentang kelapa sawit.
 
Karena itu, ia berharap media  massa bisa membantu para investor di Merauke untuk menyampaikan yang sesungguhnya terjadi. Tidak seperti yang dikampanyekan tersebut. 
 
‘’Saya harap, media massa membantu investor yang masuk ke Merauke,’’ katanya, Kamis (13/7/2017).
 
Frederikus Gebze menilai para investor  (perkebunan kelapa sawit,red)  yang masuk ke Merauke tersebut selain membuka  lapangan pekerjaan juga ikut mensejahterahkan masyarakat. Sehingga hasilnya sangat jelas. ‘’Jadi tidak semena-mena,’’ terangnya. 
 
‘’Kehadiran   perkebunan kelapa sawit selama ini telah dievaluasi dan cukup memberikan kontribusi,’’ tambahnya.
 
Bupati mengungkapkan, dari 7 perusahaan  perkebunan kelapa sawit yang melakukan investasi di Merauke, ada 4  koperasi sudah terbentuk diantaranya adalah PT Dongin Prabhawa (grup dari Korindo). 
 
‘’Karena salah satu   ketentuan perundangan-undangan, adalah apabila ada investor yang masuk ke suatu wilayah wajib memberikan konsesi 20 persen dari total lahan yang ada untuk dibuat PIR. Dimana 20 persen ini dikelola oleh masyarakat setempat baik oleh pemilik hak ulayat, marga dusun dan sebagainya,’’ terangnya.
 
Ikut merasa dirugikan, warga Mam  dari 5 kampung yang ada di Distrik Ngguti juga dengan tegas meminta LSM luar negeri, seperti Mighty Earth dari Amerika, dan AidEnvironment dari Belanda untuk stop dan berhenti melarang pembukaan lahan  kelapa sawit untuk pemilik hak ulayat di Mam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke Papua.


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats