Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 10 November 2017 03:33 WIB

Indonesia Dikepung Banjir, Barito Utara dan Bandung Keadaan Darurat

Muara Teweh, HanTer - Banjir akibat luapan Sungai Barito di Kabupaten Barito Utara terus meluas. Indonesia tengah dilanda musibah dan darurat banjir. 
 
"Ketinggian air terus bertambah bahkan sejumlah jalan sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat," kata Hamsi, warga Muara Teweh, Kamis (9/11/2017).
 
Kawasan yang terendam banjir musiman di Muara Teweh yang sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua dan empat yang di beberapa tempat mencapai ketinggian sekitar 60 sentimeter.
 
"Kios kami juga sudah terendam, kita harapkan banjir segera surut," kata Hamsi.
 
Banjir juga merendam sejumlah desa di dataran rendah di beberapa kecamatan lain, terutama di daerah aliran Sungai Barito.
 
"Saat ini ketinggian banjir terus bertambah yang merendam jalan kawasan tempat tinggal kami di Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru," kata Irwansyah, warga Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru.
 
Dia melanjutkan, "Banjir bertambah dan saat ini warga sudah berkemas-kemas untuk mengangkut sejumlah barang rumah tangga ke tempat yang lebih aman dari banjir musiman ini."
 
Kawasan yang terendam banjir musiman ini selain merendam sejumlah desa di Kecamatan Lahei dan Teweh Baru juga merendam sejumlah kawasan pinggiran Sungai Barito di Kecamatan Teweh Tengah dan Montallat sehingga kebun karetterendam banjir dan petani pun tidak bisa menyadap karet.
 
Banjir Meluas
 
Di tempat berbeda, banjir di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, meluas untuk merendami sekitar 1.567 rumah tiga sungai --Citarum, Cisangkuy, dan Cikapundung meluap.
 
Kemarin, ada 1.058 unit rumah yang tergenang air bah, namun jumlah itu terus bertambah seiring dengan tingginya curah hujan di Bandung Raya.
 
"Curah hujan yang sangat tinggi dari sore sampai malam membuat Sungai Cikapundung, Cisangkuy, dan Citarum meluap ke pemukiman serta menyebabkan rumah terendam sebanyak 1.567 di tiga kecamatan," kata Kepala Harian BPBD Kabupaten Bandung Tata Iriawan Sobandi via pesan singkat kepada Antara, Kamis.
 
Mengutip Tata, di Kecamatan Baleendah jumlah rumah tergenang sebanyak 329 unit dengan ketinggian air 10-150 cm. Bahkan Jalan Andir Katapang yang menghubungkan ke Kota Bandung sempat tidak bisa dilalui kendaraan.
 
Di Kecamatan Dayeuhkolot yang mencangkup Desa Citeureup, Desa Dayeuhkolot, dan Kelurahan Pasawahan, total rumah terendam mencapai 1.460 unit, sedangkan kedalaman air banjir rata-rata pada 10-130 cm.
 
"Beberapa kepala keluarga sudah mengungsi ke kantor Desa Dayeuhkolot," kata dia.
 
Di Kecamatan Bojongsoang, total rumah terendam mencapai 50 unit dengan ketinggian air 10-80 cm. Saat ini BPBD sudah mengaktifkan posko di Kecamatan Baleendah untuk merespons lonjakan pengungsi jika ketinggian air terus meningkat.
 
"Kita juga melakukan assesment berkala ke lokasi titik banjir dan mengevakuasi warga terutama anak-anak dan Lansia," kata Tata.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats