Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 12 November 2017 18:44 WIB

Keterangan Saksi Sarat Opini; Siti Aisyah Bisa Bebas

 
Bogor, HanTer - Siti Aisyah, WNI yang kini terancam hukuman mati di Malaysia terkait dugaan pembunuhan pembunuhan Kim Jong Nam  masih berpeluang bebas. Alasannya banyak kejanggalan yang terungkap dalam persidangan.
 
 Pengacara Siti Aisyah mengajukan keberatan kepada hakim Pengadilan Shah Alam, Malaysia, terkait perbedaan perlakuan terhadap kliennya.
 
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal dalam acara temu media di Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/11/2017) mengatakan tim pengacara Siti Aisyah mengajukan keberatan tersebut pada sidang di Mahkamah Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (9/11/2017).
 
"Ada dua concerns yang diajukan tim pengacara kepada hakim, yang pertama soal perbedaan treatment dan yang kedua, pernyataan saksi-saksi banyak yang bersifat opini," ujarnya.
 
Menurut Direktur PWNI-BHI, perbedaan perlakuan diterima Siti Aisyah yang begitu dinyatakan sebagai tersangka langsung ditangkap dan diambil semua kepemilikannya, antara lain paspor dan uang tunai, sebagai bukti forensik.
 
"Bahkan potongan kukunya juga sudah diminta, sementara saksi lain belum dikenakan tes seperti yang diberlakukan pada Siti Aisyah," kata dia.
 
Terkait pernyataan saksi-saksi jaksa penuntut umum dianggap sebagai opini karena mereka kerap memberikan pernyataan lupa, tidak ingat, atau kurang yakin.
 
Tim pengacara dari Firma Hukum Goo and Azzura, kata Iqbal, juga mengungkapkan beberapa keganjilan dalam penyelidikan kasus kematian Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.
 
Salah satunya, pemilik rumah yang disewa empat warga Korea Utara yang menjadi saksi kejadian tersebut mengaku curiga rumahnya dijadikan tempat percobaan bahan kimia, namun pernyataan itu diabaikan.
 
Iqbal menambahkan, barang-barang yang ditemukan di sana, termasuk laptop dan catatan-catatan, juga tidak dijadikan alat bukti.
 
"Ini yang sedang tim pengacara usahakan untuk dapat dijadikan alat bukti, dan semoga dikabulkan hakim," kata dia.
 
Siti Aisyah menjadi tersangka dalam kasus kematian Kim Jong Nam bersama seorang warga negara Vietnam bernama Doang Thi Huong.
 
Mereka diduga membekap Kim Jong Nam dengan racun kimia hingga tewas di Bandara Kuala Lumpur dengan modus melakukan pengambilan gambar untuk acara lelucon televisi saat saudara tiri Kim Jong Un itu akan pulang ke tempat tinggalnya di Makau, China.


(zamzam)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats