Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 22 November 2017 22:21 WIB

Para Santri Harus Berperan Agar Demokrasi Bisa Lancar dan Aman

Jakarta, HanTer - Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ustadz H. A. Suganda, S.Ag., M.Pd. mengatakan, para santriwan dan santriwati yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Seperti ilmu pengetahuan dan moral mengenai pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden. Mereka harus mendapat pemahaman secara benar agar pemilu berjalan damai, demokratis, dan berkualitas sehingga akan terpilih figur yang kompeten dan amanah.

Hal itu dikemukakan Ustadz H. A. Suganda, S.Ag., M.Pd dalam acara Tausiyah bertajuk “Peranan Ulama, Santri, dan Masyarakat Dalam Mendukung Pilkada Yang Damai dan Berkualitas" yang di gelar oleh Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) bekerjasama dengan Pesantren Al Falah di Pondok Pesantren Al Falah Jl. Cisitu baru, Dago Bandung, Jawa Barat. Selasa (21/11/1017) kemarin malam.

Menurutnya, sebagai umat Islam maka para tokoh masyarakat, para tokoh agama dan santri agar tidak terlibat dalam keberpihakan politik praktis yang berpotensi memecah belah umat, terlebih lagi ada kecenderungan setiap pemilu, masyarakat dipengaruhi dan dihujani dengan berita hoax. Bahkan diantaranya mengandung unsur SARA yang dapat memecah belah umat.

"Kami mengharapkan agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, para santriwan dan santriwati beraktivitas sesuai peranannya diantaranya, membangun ahklaq, membangun nilai-nilai agama yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, menyebarluaskan nilai-nilai Islami yaitu Islam yang rahmatan lil alamin. Sementara urusan politik diserahkan sama mereka yang membidanginya," jelasnya.

Ustadz H. A. Suganda, S.Ag., M.Pd berharap mudah-mudahan di Jawa Barat khususnya Kota Bandung tetap aman dalam pelaksanaan pilkada 2018 maupun pemilu 2019. 

Untuk menunjang hal itu, maka tokoh Agama, Ulama, Santri dan masyarakat harus berperan dalam menjaga kedamaian pilkada tanpa SARA agar terlaksana pilkada yang berkualitas. Sehingga terpilih kepala daerah yang legitimit, amanah dan kompeten, sesuai masyarakat harapkan.

Selain Suganda, Bimas Kota Bandung Endang Syarifudin juga mengatakan bahwa para tokoh agama harus lebih yakin, lebih rajin beribadah, dan lebih baik akhlaknya dibandingkan dengan masyarakat lainnya agar memberi contoh positif sehingga menjadi tauladan dan diikuti oleh masyarakat.

Maka dari itu kita sebagai ulama dan santri dalam menghadapi pilkada 2018 maupun pemilu 2019 umat Islam jangan terjebak dalam politik praktis yang mengutamakan kepentingan kelompok dan kekuasaan semata.

Para tokoh agama, santriwan dan santriwati harus semakin cerdas dalam membaca situasi nasional sehingga mampu menjaga moral, solidaritas diantara umat beragama dalam bangsa yang majemuk. Jika itu terwujud, kerukunan diantara anak bangsa selalu terpelihara.

Acara tersebut menghadirkan Perwakilan dari DP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Bandung), Perhimpunan Mahasiswa Kebumen, Santri Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung, IPNU (Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama).


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats