Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 24 April 2018 12:44 WIB

Nelayan Indramayu Keluhkan Abrasi Meluas ke Ridwan Kamil

Indramayu, HanTer  --- Nelayan di Desa Dadap Indramayu mengeluhkan persoalan abrasi, pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Perusakan itu mencapai antara 15-20 meter. Mereka berharap Kandidat Gubernur Jabar Ridwan Kamil dapat membuat program untuk menahan abrasi. 
 
"Garis pantai sudah hilang karena terkikis abrasi, bahkan abrasi sudah mendekati pemukiman warga. Kami ingin Pak Ridwan Kamil dapat membantu nelayan membuatkan tanggul penahan abrasi atau program yang lain untuk mengurangi abrasi," kata Kasiwan, warga setempat saat dialog dengan Kang Emil, sapaan akrab Wali Kota Bandung, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Dadap, Selasa, 24 April 2018. 
 
Ditanya bagaimana cara mengatasi abrasi tersebut, Kang Emil menjawab, paling sederhana dipasang tanggul batu alam, seperti yang sudah dilakukan oleh masyarakat setempat. 
 
Selain abrasi, nelayan juga mengeluhkan soal budidaya garam yang menjadi potensi desa itu, tapi masih dikelola secara konvensional sehingga kurang berkembang.
 
"Kalau tidak ada matahari, maka kami tidak produksi garam. Kami ingin Pak Ridwan Kamil bawa teknologi ke desa kami, agar garam bisa diproduksi terus tanpa harus mengandalkan matahari dan tanpa membutuhkan lahan yang banyak," kata Yudi, guru honorer yang juga petani garam. 
 
Menurut dia, para pelaku petani garam, kebanyakan para nelayan tua yang sudah tidak sanggup lagi melaut. Mereka tergabung dalam UKM petani garam, namun  usahanya kurang berkembang, karena terkendala  modal yang tidak sedikit. "Kami juga ingin Pak Ridwan memberikan bantuan modal untuk petani garam," ujar Yudi. 
 
Menjawab persoalan tersebut, Kang Emil menyatakan, nelayan di Desa Dadap  Indramayu sejak beberapa  tahun ke belakang mengalami  krisis ekologis yaitu  abrasi, sehingga   rumah nelayan terancam tergerus air laut. "Saya kira ini harus jadi prioritas tapi pasti nggak  murah karena meng-cover belasan kilometer anti abrasi ini membutuhkan dana besar," kata Pemimpin Terbaik 2018 versi  Majalah Fortune. 
 
Menurut dia, terkait persoalan tersebut,  tugas gubernur, jika APBD tidak cukup harus bantu melobi ke Pusat untuk memastikan peradaban nelayan d sini tidak terganggu.
 
Terkait persoalan garam yang menjadi potensi desa ini adalah masalah  kurang modal dan teknologi dan pengelolaan bisnisnya. Untuk itu, Rindu, kata Kang Emil, punya program satu desa, satu perusahaan. Hal ini untuk memberdayakan   nelayan yg sudah sepuh yang sekarang aktif sebagai petani garam, bisa tetap berpenghasilan dengan bisnis ikan asin dan produksi garam. 
 
Kang Emil menjelaskan, modal untuk program satu desa satu perusahaan akan didukung oleh    kredit mesra (Mesjid Sejahtera), yakni kredit, tanpa bunga, tanpa agunan, dengan nilai pinjaman maksimal Rp30 juta. Program ini bekerja sama dengan BPR. 
 
"Warga yang mau pinjam tinggal datang ke mesjid, minta rekomendasi ketua DKM," ucap Wali Kota Terbaik 2017 versi Kemendagri ini. 
 
Kang Emil mengungkapkan, konsep warga desa Mandiri di Cirebon. Menurut dia, warga di desa itu mengumpulkan sampah plastik, dicacah, lalu dijual. Dari penjualan cacahan plastik itu, mereka mengantongo pendapatannya sekitar Rp2 juta - Rp 3 juta. 
 
"Nah, di Desa Dadap ini juga harus ada kegiatan bisnis yang mensejahterakan warga desa. Sehingga Orang desa tidak harus urbanisasi ke kota, karena desa  memberikan pekerjaan dan penghasilan yang tidak kalah dengan orang kota," ucap Kang Emil. 
 
Usai dialog dengan para nelayan, Kang Emil dengan didampingi oleh Ketua DPD Nasdem Indramayu Eryani Sulam, anggota DPRD Nasdem Indramayu Junaidi, dan Ketua Kelompok Nelayan Dadap, Indramayu Zubedi melihat langsung area kampung yang terkena abrasi di Desa Dadap. 
 
Namun belum sampai ke area abrasi, Kang Emil tiba-tiba diserbu oleh puluhan ibu-ibu di desa itu yang antusias untuk berswafoto dengannya. Ibu-ibu itu juga berteriak, "siji!", "siji!", "siji!", sambil mengacungkan jari manisnya. Kang Emil dengan senyuman membalasnya dengan mengacungkan tangannya. Mereka pun minta difoto bersama. 
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats