Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 07 Juni 2018 18:05 WIB

Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Cawabup Majalengka Bakal Dipolisikan

Jakarta, HanTer - Calon Wakil Bupati (Cawabup) Majalengka, Tarsono Dian Mardiana, diduga menggunakan ijazah palsu sarjana strata satu (S1) dari sebuah kampus di Jakarta.

Tudingan ini disampaikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Rumah Kajian dan Advokasi Kerakyatan (Raya) Indonesia yang mengetahui dugaan ijazah palsu Tarsono dari masyarakat. Ada dua kelompok masyarakat yang mengadukan ke Raya Indonesia terkait ijazah palsu Tarsono.

"Berdasarkan investigasi dan penelusuran dokumen yang dilakukan oleh Raya Indonesia usai laporan masyarakat, Tarsono Dian Mardiana Calon Wakil Bupati Majalengka nomor urut 2, diduga menggunakan ijazah palsu pada pencalonan legislatif pada tahun 2014," ujar Direktur Raya Indonesia, Hery Chairiansyah, dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Hery mengungkapkan, berdasarkan jejak digital Tarsono mengaku ijazah S1 dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIE) Yappan. Ijazah dengan nomor seri ijazah 05820 tertanggal 2 Maret 2012, turut mengantarkan Tarsono menjadi Ketua DPRD Kabupaten Majalengka periode 2014-2019.

Namun ijazah ini tak dipakai kala mencalonkan kepala daerah dan gelarnya tidak dicantumkan. Hal ini yang menjadi kejanggalan, sehingga menurut Hery perkara ini perlu ditindaklanjuti.

"Tetapi pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Majalengka, Tarsono Dian Mardiana yang menjadi calon wakil kepala daerah tidak menggunakan gelar akademik S1. Jelas dalam situasi ini tidak mungkin lupa untuk mencantumkan gelar S1," tutur dia.

"Sehingga dalam logika sederhana dapat kita juga ada maksud atau hal tertentu untuk tidak mencantumkan gelar akademik S1 tersebut, padahal gelar dapat menguntungkan dalam kampanye dan manajemen perolehan suara," paparnya.

Dugaan ijazah abal-abal menguat, setelah Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III dalam surat jawabannya, menegaskan bahwa ijazah S1 Tarsono Dian Mardiana yang dikeluarkan STIE Yappan tidak dapat divalidasi.

Selain itu, dalam jejak digital pada biodata, Tarsono menyebutkan bahwa dirinya berkuliah di kampus itu sejak 1992 hingga 2012 atau selama 20 tahun.

Di samping itu, lanjut dia, dalam banyak berita di media massa, STIE Yappan kerap disebut sebagai kampus yang diduga melakukan praktik jual-beli ijazah, dan sempat diancam izinnya dicabut oleh Direktorat Pendidikan tinggi Kemendikbud.

Atas keanehan ijazah Tarsono maka laporan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri rencananya akan dilakukan usai Lebaran. Dari berkas laporan ke Bareskrim juga akan dibawa ke KPUD dan Bawaslu, guna menindaklanjuti ijazah Tarsono.

"Target kita bukan membatalkan pencalonan Tarsono. Tapi untuk memproses hukum para pelanggar hukum, sebagai upaya memperjuangkan menjadikan Pemilukada yang baik dan jujur. Karena bagaimana membuat kebijakan yang baik jika kekuasaan diraih dengan cara-cara yang curang," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kab Majalengka, Supriatna mengatakan, Tarsono menarik kembali ijasah sarjana merupakan hak yang bersangkutan dan tidak mengganggu kepada pencalonannya saat ini. Namun sebaliknya jika ternyata penarikan tersebut dikarenakan ijasahnya bermasalah bisa mendatangkan konsekuensi serius pada pencalonannya.

"Kami di KPU sudah mengkonfirmasi terkait penarikan ijasah S1 kepada Pak Tarsono. Alasannya saat itu, Pak Tarsono menariknya dikarenakan dirinya enggan atau tidak sempat melegalisirnya," kata Supriatna, Senin (12/002/2018) lalu.

Disinggung jika nanti ternyata ijasah S1 yang bersangkutan dinyatakan bermasalah secara hukum, Supriatna menyebutkan, dipastikan ada konsekuensi atau berdampak pada pencalonannya nanti. Terutama apabila secara hukum dinyatakan bersalah dan sudah dinyatakan inkracth dengan putusan di atas lima tahun.

Menurutnya, pencalonannya bisa dibatalkan namun tidak mengganggu pasangannya H Karna Sobahi. Artinya  yang bersangkutan bisa diganti dengan calon lainnya dengan mengacu pada ketentuan yang ada.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats