Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 08 September 2018 19:44 WIB

Mengenal Kehebatan Solo di Masa Lalu Lewat Kasunanan Surakarta

Jakarta, HanTer – Kasunanan Surakarta alias Keraton Solo, mempunyai sejarah yang sangat panjang. Bahkan turut menyertai perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda. Refleksi perjalanan itu, terangkum dalam Museum Kasunanan Surakarta.  Ini menjadi destinasi wajib dikunjungi bagi kalian pecinta wisata sejarah.
 
Buat kalian yang sedang menyaksikan Solo International Performing Art (SIPA) 2018, museum sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Apalagi, lokasinya tidak jauh dari Benteng Vastenburg, tempat SIPA 2018 digelar.
 
Museum ini sangat mudah dijangkau. Karena, berada di pusat Kota Solo. Untuk ke tempat ini, bisa menyewa angkutan online, atau menyewa mobil. Karena, tidak ada angkutan kota yang lewat di depan pintu masuk.
 
Menurut guide Museum Kasunanan Surakarta Budoyodiningrat, refleksi masa lalu Surakarta serta Jawa Tengah ada dalam museum. Termasuk peninggalan keraton.
 
“Banyak peninggalan sejarah di sini. Ada tongkat yang biasa digunakan Sunan Kalijaga saat berdakwah, dan senjata-senjata yang digunakan pasukan keraton pada masa lalu. Juga foto-foto Raja Solo dari masa ke masa. Termasuk diorama perang Pangeran Diponegoro bersama Pakubuwono VI,” paparnya, Sabtu (8/9).
 
Tapi ingat ya guys, tidak semua areal Museum Kasunanan Surakarta bisa kalian abadikan lewat foto. Ada beberapa spot yang sebaiknya kalian tanyakan ke guide. Hal ini juga disampaikan Budoyodiningrat, guide tertua di Museum itu.
 
“Kereta jenazah ini lebih baik tidak difoto. Kalau kenapanya saya tidak tahu. Tapi, ada cerita mistis. Makanya lebih baik tidak difoto,” terangnya.
 
Diterangkan Budoyodiningrat, dahulu kala kereta jenazah ini digunakan untuk membawa jenazah Raja Solo ke pemakaman. “Pemakamannya ada di Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tapi sekarang sudah tidak digunakan lagi,” paparnya.
 
Yang menarik dari museum, adalah sejumlah patung pria berpakaian ala Timur Tengah. Budoyodiningrat menjelaskan jika ada cerita dibalik patung-patung itu. Keberagaman Solo tercermin dari patung-patung tersebut.
“Dahulu, datang pria-pria asal Persia. Mereka bertujuan menyebarkan Agama Islam. Mereka singgah dan membantu keraton. Untuk mengenang mereka dibuatlah patung-patung ini,” terangnya.
 
Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan, mengatakan kekayaan budaya di Solo tidak terbantahkan. “Keberadaan Keraton ini menjadi buktinya. Masyarakat juga bisa melihat langsung keraton dulu seperti apa,” kata Wawan.
 
Wawan pun yakin wisatawan yang ke Solo bisa terus bertambah. Karena unsur 3A nya sangat lengkap. Solo mempunyai banyak pilihan tempat tinggal. “Ada hotel-hotel berbintang hingga homestay. Semua tersaji langkap,” katanya.
 
Apalagi Solo juga dilengkapi aksesibilitas yang lengkap mulai dari bandara internasional Adi Soemarmo. Solo juga bisa ditempuh dengan jalur kereta dan dengan mobil tentunya.
 
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni, juga memuji Solo yang kaya akan budaya. “Solo mungkin salah satu kota budaya terbaik di Indonesia. Kebudayaan di sini bisa dilestarikan hingga ke anak-anak. Itu salah satu kekuatannya. Selain tentunya kota ini sangat sarat akan sejarah,” paparnya.
 
Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya, menilai wisata sejarah bisa memperkuat pariwisata di Indonesia. Untuk itu, Menpar mendukung pelestarian yang ada dalam wisata sejarah.
 
“Wisata sejarah itu adalah keunggulan Indonesia. Tidak akan ada di tempat lain. Dan, Solo punya kekayaan itu. Solo menyimpan banyak sekali potensi budaya lengkap dengan sejarahnya. Inilah keunggulan Solo,” papar Menpar.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats