Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 19 Januari 2017 23:48 WIB

Ribuan Warga Palestina Menentang Kebijakan Trump Pindahkan Kedubes AS

Ramallah, HanTer - Ribuan orang Palestina berdemonstrasi di Tepi Barat Sungai Jordan pada Kamis (19/1/2017), menentang keinginan Presiden-terpilih AS Donald Trump memindahkan Kedutaan Besar Amerika yang kini berada di Tel Aviv ke Jerusalem.
Para demonstran turun ke jalan-jalan di Ramallah, Nablus dan Al-Khalil (Hebron), sebagai reaksi atas seruan dari faksi Islam dan nasional. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan slogan di bundaran umum serta jalan utama guna menentang langkah yang dilakukan oleh Trump.
"Tak ada pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem. Pemindahan kedutaan besar dipandang sebagai dihentikannya proses perdamaian Israel-Palestina. Jerusalem adalah kunci bagi perang dan perdamaian. Stop," slogan yang dibawa para demonstranD dalam bahasa Inggris itu.
Anggota Komite Sentral Faksi Fatah Mahmoud Al-Aloul mengatakan jika protes tersebut merupakan pesan dari rakyat Palestina, yang menentang setiap tindakan Amerika untuk memindahkan Kedutaan Besarnya ke Jerusalem. 
"Jerusalem Timur adalah kota yang diduduki berdasarkan hukum internasional dan semua resolusi sah internasional dan setiap tindakan Amerika untuk memanipulasinya ditolah oleh rakyat Palestina dan tak bisa diterima," tutur Fatah Mahmoud Al-Aloul.
Fatah pun mendesak negara Arab dan Islam agar memikul tanggung jawab dalam menentang masalah itu. Ia memperingatkan agar tidak ada yang "membunuh" semua kesepakatan dan merusak setiap harapan untuk mendirikan Negara Palestina berdasarkan penyelesaian dua-negara dan mengukuhkan pendudukan Israel.
Sebelumnya, Presiden Palestina pada Rabu mengatakan pemindahan Kedutaan Besar AS akan merusak proses perdamaian dengan Israel. Para pejabat Palestina memperingatkan bahwa jika tindakan semacam itu dilakukan, mereka akan mempertimbangkan kembali pengakuan buat Negara Israel. 
Sementara itu, rakyat Palestina ingin Jerusalem Timur, yang direbut dan diduduki oleh Israel pada 1967, sebagai ibu kota negara masa depan mereka, sedangkan Israel menyatakan seluruh Jerusalem adalah "ibu kota abadi Negara Yahudi". 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats