Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 08 Februari 2017 08:16 WIB

PBB Kutuk Serangan Bom Gedung MA di Kabul

New York, HanTer - Serangan yang terjadi kemarin di luar gedung Mahkamah Agung Afghanistan di kota Kabul yang menewaskan 13 orang dan sedikitnya 25 lainnya menderita luka-luka, dikutuk oleh PBB. Hingga kini belum ada yang bertanggung jawab atas perbuatan itu dan PBB meminta pelaku tindakan tercela tersebut harus diseret ke pengadilan.
 
"Serangan membabi-buta terhadap warga sipil, termasuk pegawai lembaga kehakiman, adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional dan tak bisa dibenarkan." "Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyampaikan solidaritas kami kepada rakyat serta Pemerintah Afghanistan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric. 
 
Seperti dilansir Reuters, Dad Khuda yang merupakan salahsatu saksi mata mengatakan pelaku pengeboman tersebut tampaknya telah memasuki daerah itu, tempat penjaga melakukan pemeriksaan keamanan ketika ia meledakkan bomnya.
 
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pun mengutuk perbuatan biadab tersebut dan mencapnya sebagai kejahatan terhadap umat manusia serta tindakan yang tak bisa dimaafkan.
 
Sebelumnya, gedung Mahkamah Agung juga menjadi sasaran pemboman pada Juni 2014 lalu, ketika seorang pembom bunuh diri menabrakkan mobil yang diisi peledak ke satu bus yang membawa pegawai pengadilan, termasuk beberapa hakim.
 
Kala itu, kelompok garis keras Taliban mengaku bertanggungjawab dan sejak itu pengamanan di dekat gedung pengadilan telah ditingkatkan dengan pembangunan tembok beton.
 
Tahun berikutnya, Taliban kembali melakukan aksi serupa sehingga menewaskan lima jaksa penuntut umum dari Kantor Kejaksaan Agung di Kabul, dan tahun lalu beberapa anggota Taliban bersenjata menyerbu satu kantor kehakiman di Provinsi Logar, dan menewaskan tujuh orang, termasuk dua jaksa, bahkan kelompok fanatik tersebut juga menewaskan empat orang di satu gedung pengadilan lokal di Ghazni pada 2016.
 
Pada bulan lalu, beberapa pembom menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai tak kurang dari 70 orang di satu daerah yang padat pengunjung di Kabul, selama jam sibuk sore hari. Kelompok santri Taliban, yang berusaha mengusir pasukan asing dan menjatuhkan pemerintah dukungan AS, mengaku bertanggung-jawab atas serangan pada 10 Januari itu.
 
Pasukan pemerintah menguasai lebih dari dua-pertiga wilayah Afghanistan, dan telah berjuang untuk memadamkan perlawanan sejak sebagian besar prajurit NATO ditarik pada akhir 2014. Beberapa ribu prajurit asing, kebanyakan dari Amerika, masih berada di negeri itu untuk melakukan peran pelatihan dan kontra-teror. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats