Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 08 Februari 2017 10:01 WIB

Akibat Sindrom Kelelahan Kronis, Sedikitnya 270 Siswa di Norwegia Putus Sekolah

Oslo, HanTer - Sebanyak 270 siswa sekolah dasar dan menengah di Norwegia tidak mengikuti pelaksanaan pendidikan selama tahun ajaran terakhir, lantaran sindrom kelelahan kronis, atau myalgic encephalomyelitis (ME).
 
Myalgic Encephalomyelitis (ME) itu sendiri adalah suatu kondisi kronis yang menyebabkan kelelahan terus-menerus yang tidak hilang dengan tidur atau istirahat. Myalgic berarti nyeri otot dan encephalomyelitis berarti peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang.
 
Kementerian Layanan Perawatan dan Kesehatan Norwegia mengatakan, menurut data statistik yang merujuk pada kasus dengan melibatkan orang tua dari murid yang absen dan menyatakan ME sebagai alasan utama siswa tidak mengikuti kegiatan belajar-mengajar.
 
Kondisi tersebut membuat keprihatinan yang dalam bagi Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, karena ratusan siswa dan anak kecil kehilangan peluang pendidikan karena mereka terserang ME.
 
"Sebagai anggota parlemen, saya bertemu dengan banyak pasien ME. Banyak orang sedih dan frustrasi sebab mereka merasa masyarakat tidak menanggapi kondisi tersebut secara sungguh-sungguh," kata Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, yang juga mempercayai bahwa jumlah mereka lebih banyak akibat kurangnya laporan. 
 
Solberg pun percaya jika ME mempengaruhi seluruh keluarga pasien yang rentan dan memiliki berbagai kebutuhan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan cacat, namun banyak penderita, khususnya anak-anak dan orang muda, menunjukkan perbaikan dari waktu ke waktu. Selain kelelahan, gejala lain termasuk nyeri otot, mual, sakit tenggorokan, pusing dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.
 
Secara keseluruhan, ada 1.877 siswa yang absen selama lebih dari tiga bulan selama tahun ajaran lalu. Sebanyak 375 siswa lagi telah didiagnosis menderita penyakit selain ME dan 873 telah didiagnosis menderita penyakit yang tidak diketahui.
 
Solberg percaya anak kecil dan keluarga mereka memerlukan layanan yang lebih baik sehingga mereka tidak mengalami putus sekolah dan pendidikan. "Penting bahwa kita mempelajari lebih banyak mengenai alasan mengapa mereka sakit dan apa yang membuat mereka bisa sehat lagi," tambah Solberg.
 
Ia berjanji bahwa pemerintah akan memberikan prioritas kepada tiga tindakan dalam kerangka anggaran negara, seperti penelitian nasional dan internasional, interaksi erat selama perawatan dan kesempatan yang lebih baik buat perawatan kesehatan melalui rancangan manfaat perawatan baru.
 
Guna menanggulangi hal itu, Pemerintah Norwegia telah mengucurkan dana sebesar 4,57 juta dolar AS bagi pilot proyek yang akan meneliti cara menghindari pasien ME kehilangan peluang pendidikan dan dapat memperoleh diagnosis serta tindak-lanjut yang sesuai sesegera mungkin.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats