Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 12 Februari 2017 22:40 WIB

Mesin Mati, Kapal Pesiar Pengangkut 2000 Penumpang Kembali ke Melbourne

Canberra, HanTer - Sebuah kapal pesiar mewah yang membawa 2.000 penumpang telah kembali ke Melbourne pada Minggu (12/2/2017) pagi waktu setempat, setelah dua hari sebelumnya mengalami kematian pada mesinnya, sehingga membuat kapal itu terdampar.
 
Kapal pesiar bernama Norwegian Star itu mengalami mati mesin setelah kapal tersebut meninggalkan pelabuhan pada Jumat (10/2/2017). Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki gangguan itu di laut pun gagal, sehingga beberapa kapal tunda dikirim untuk menarik kapal pesiar itu untuk kembali ke pelabuhan.
 
Perhentian selanjutnya kapal itu diperkirakan adalah Auckland, Selandia Baru, dari Melbourne, namun operator kapal pesiar tersebut telah mengisyaratkan bahwa penumpang perlu bersiap menghadapi perpanjangan waktu, yakni penundaan sekitar lima hari di Melbourne.
 
Masalah itu telah membuat operator Kapal Norwegian Star menawarkan kredit penerbangan kepada mereka yang ingin sampai ke Selandia Baru tepat waktu. Di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh operator tersebut, para tamu juga disambut untuk "tetap berada di kapal" dan menerima layanan serta makanan gratis sementara kapal itu diperbaiki.
 
"Semua tamu disambut untuk tetap berada di kapal, sementara kapal berlabuh dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Auckland dengan jadwal yang diubah segera setelah perbaikan selesai. Kami berharap jadwal yang dimulai di Auckland pada 18 Februari untuk beroperasi sebagaimana jadwal awal," kata pernyataan tersebut.
 
Perusahaan kapal pesiar itu juga telah menawarkan kepada lebih dari 2.000 penumpang terkait pengembalian uang secara penuh dan 50 persen potongan buat perjalanan masa depan jika mereka memilih untuk memesan-ulang, dan meskipun ada masalah, sebagian konsumen mengatakan mereka gembira dengan cara awak kapal telah menangani gangguan sejauh ini.
 
"Mereka berusaha untuk memberi semua keinginan anda. Ada satu tim juru masak di kapal. Mereka menunggu untuk memasak makanan saya selama tujuh hari ke depan," kata seorang penumpang yang berasal dari Selandia Baru kepada News Corp.
 
Akan tetapi adap pula penumpang lain yang tidak puas dengan layanan kepada pelanggan di kapal yang mesinnya mogok tersebut. Joan Ursic mengatakan komunikasi mengenai gangguan mesin telah berjalan jelek. "Kami masih tidak tahu apakah (kapal) akan tetap berada di Melbourne," kata Ursic.
 
"Tak seorang pun di kapal dapat menjawab berapa lama kami bisa berlayar dari Melbourne ke Auckland. Mereka bahkan tak bisa memberitahu kami berapa lama perjalanan biasanya memerlukan waktu," katanya. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats