Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 Juli 2017 02:43 WIB

Umat Budha Myanmar Memprotes Kunjungan Utusan HAM PBB

Rakhine , HanTer - Umat Buddha di negara bagian Rakhine memprotes dan melawan kunjungan pengumpulan informasi dari pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai hak asasi manusia di Myanmar, yang telah mengecam perlakuan pemerintah terhadap minoritas Muslim Rohingya yang dianiaya.
 
Kurang dari 100 demonstran menunggu kedatangan Yanghee Lee di Sittwe, ibu kota Rakhine, pada hari Rabu, meneriakkan slogan-slogan dan memegang tanda-tanda yang meminta pelapor PBB tidak adil dan tidak diinginkan saat dia lewat di mobilnya.
 
Rakhine telah menjadi tempat terjadinya kekerasan komunal di tangan ekstremis Buddhis sejak 2012. Ratusan orang telah terbunuh dan puluhan ribu dipaksa meninggalkan rumah untuk tinggal di kamp-kamp kumuh dalam kondisi mengerikan di Myanmar, Bangladesh, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Menurut PBB, Rohingya adalah salah satu minoritas paling teraniaya di dunia.
 
Oktober lalu, tentara melancarkan tindakan keras di Rakhine setelah serangan mematikan terhadap penjaga perbatasan negara tersebut membuat sembilan polisi tewas. Pemerintah menyalahkan Rohingya atas serangan tersebut.
 
Ada banyak laporan oleh saksi mata tentang eksekusi singkat, pemerkosaan dan serangan pembakaran terhadap umat Islam sejak tindakan keras tersebut dimulai. Militer telah memblokir akses ke Rakhine dan melarang wartawan dan pekerja bantuan memasuki zona tersebut.
 
Atas undangan pemerintah, Lee sedang dalam kunjungan 12 hari ke Myanmar di mana dia dijadwalkan bertemu dengan pemimpin politik dan masyarakat dan perwakilan masyarakat sipil untuk membahas masalah hak asasi manusia dengan mereka.
 
Setelah tiba di Sittwe, Lee mengunjungi sebuah penjara dimana ratusan orang Rohingya ditahan karena dicurigai memiliki hubungan dengan pelaku serangan Oktober.
 
Than Tun, pemimpin komunitas Buddhis Rakhine, mengatakan, "Yanghee Lee telah berada di sini di Rakhine tiga atau empat kali tapi setiap kali dia kembali dan menulis laporan tentang perjalanannya atau mengadakan konferensi pers dan tidak pernah menyebutkan hal baik tentang keduanya. Orang Rakhine atau pemerintah Myanmar. "
 
"Apa yang dipikirkan orang Rakhine tentang Yanghee Lee adalah bahwa dia terlalu sepihak," katanya.
 
Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa sepakat pada bulan Maret untuk mengirim sebuah misi pencarian fakta internasional ke Myanmar yang bertugas menyelidiki tuduhan kejahatan oleh pasukan keamanan Myanmar melawan Rohingya.
 
Myanmar mengatakan akan menolak masuk ke anggota misi pencarian fakta PBB.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats