Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 Juli 2017 03:12 WIB

Polisi India Tewaskan Tiga Orang saat Bentrokan Kashmir Meningkat

Kashmir, HanTer - Polisi India telah meluncurkan gelombang baru melalui tindakan keras terhadap orang-orang di Kashmir dimana laporan mengatakan tiga orang lagi tewas dalam baku tembak yang berlansgung semalam sehingga memicu bentrokan di jalanan di wilayah tersebut.
 
Inspektur Jenderal Polisi Muneer Ahmed Khan mengatakan tiga militan, sebuah istilah yang digunakan oleh pemerintah India untuk merujuk pada pejuang di Kashmir, tewas pada hari sebelumnya setelah berjam-jam berlangsungnya baku tembak oleh polisi ke sebuah lingkungan perumahan di sebelah barat ibukota Srinagar.
 
Pejabat tersebut mengatakan tentara India memulai penembakan tersebut semalam setelah menerima laporan tentang tempat persembunyian di Radbugh. Katanya pertarungan berlangsung berjam-jam.
 
Protes dimulai keesokan harinya setelah orang-orang mendengar berita tentang kematian penduduk desa termasuk dua penduduk asli. Pasukan pemerintah memberlakukan jam malam untuk menghentikan aksi tersebut namun hampir gagal.
 
Bisnis dan toko ditutup di area non-jam malam sebagai tanda solidaritas dengan orang-orang yang berdemonstrasi.
 
Demonstran marah melemparkan batu ke polisi dan meneriakkan slogan-slogan melawan pihak berwenang India. Polisi menembakkan gas air mata sementara bala bantuan dipanggil untuk memberlakukan penguncian di pusat kota Srinagar.
 
Saat para pejabat akhirnya menyerahkan mayat salah satu dari orang-orang yang dibunuh tersebut pada hari Rabu, ribuan orang di daerah tersebut lagi-lagi menentang jam malam dan berkumpul untuk sebuah pemakaman. 
 
Mereka memulai sebuah demonstrasi menuju Makam Martir utama di Srinagar sambil meneriakkan "Go India, kembali" dan "Kami menginginkan kebebasan." 
 
Pasukan India kembali melepaskan tembakan dan gas air mata, melukai banyak pelayat, yang memicu bentrokan besar-besaran sementara sekelompok pallbearers Membawa peti mati itu ke lokasi lain untuk dimakamkan.
 
Laporan mengatakan ribuan orang Kashmir lainnya menghadiri pemakaman terpisah untuk kedua orang terbunuh lainnya tersebut. Tidak ada bentrokan yang dilaporkan dari pemakaman kedua meskipun orang meneriakkan slogan pro-kebebasan.
 
Bentrokan meningkat di Kashmir tahun lalu ketika orang-orang menjadi marah atas kematian seorang pejuang kebebasan muda dan populer.
 
Wilayah Himalaya telah mencari kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan yang berpenduduk mayoritas Muslim sejak tahun 1989. 
 
Sekitar 70.000 orang telah terbunuh dalam tindakan keras India terhadap gerakan tersebut sejak saat itu. India menuduh Pakistan mendanai militansi tersebut. Pakistan, yang mengklaim Kashmir secara keseluruhan, selalu membantah tuduhan tersebut.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats