Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 Juli 2017 01:43 WIB

WHO Kemungkinan Batalkan Pengiriman Vaksin Kolera ke Yaman

New York, HanTer - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengindikasikan bahwa pengiriman vaksin kolera yang direncanakan sebelumnya ke Yaman kemungkinan akan dibatalkan karena masalah keamanan, masalah dengan akses dan kurangnya dukungan logistik yang tepat.
 
Juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan bahwa vaksin yang ditargetkan untuk mencapai Yaman untuk membantu negara yang dilanda perang tersebut mengatasi beban kolera yang menggelembung dapat dialihkan kembali ke tempat-tempat yang "mungkin akan sangat membutuhkannya." Pejabat tersebut menambahkan bahwa pengiriman "harus masuk akal" pada periode waktu ini.
 
Lindmeier mengatakan 500.000 dosis vaksin kolera saat ini menunggu di Djibouti untuk pengiriman yang mungkin ke Yaman, menambahkan bahwa pejabat dari pemerintah yang digulingkan di Yaman harus menentukan di mana vaksin harus dijangkau. WHO menyetujui bulan lalu untuk mengirimkan satu juta dosis vaksin ke Yaman.
 
Negara ini telah hancur oleh lebih dari dua tahun kampanye mematikan Arab Saudi. Ribuan orang terbunuh dalam serangan udara yang sebagian besar menargetkan infrastruktur sipil utama, termasuk fasilitas kesehatan. 
 
Jutaan sekarang berada di ambang kelaparan sementara banyak orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman.
 
Pengumuman WHO tersebut muncul sebagai perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diperbaharui tentang penyebaran kolera di Yaman yang menunjukkan bahwa 313.538 di negara tersebut telah terjangkit penyakit ini. 
 
Badan koordinasi bantuan PBB telah mengatakan bahwa 1.732 orang telah meninggal karena kolera dan bahwa semua 21 gubernur di negara tersebut sekarang telah terkena dampaknya.
 
Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis akan mendengar sebuah laporan video conference oleh direktur jenderal baru WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengenai situasi kolera di Yaman.
 
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan pada hari Selasa bahwa pengiriman vaksin ke Yaman, sebagaimana disepakati bulan lalu, sekarang hampir tidak memiliki dampak pencegahan terhadap penyebaran penyakit ini karena ada banyak wilayah di negara di mana garis tren Bergerak naik karena kesulitan dalam akses.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats