Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 12 September 2017 23:21 WIB

Bank-bank Besar China Terapkan Larangan PBB Terhadap Korut

Beijing, HanTer - Bank-bank terbesar di China telah menghentikan transaksi keuangan untuk klien Korea Utara setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan babak baru sanksi terhadap Pyongyang.
 
Karyawan di beberapa cabang bank "empat besar" China, seperti Bank Industri dan Komersial China, Agricultural Bank of China, Bank of China dan China Construction Bank, mengkonfirmasi pembatasan keuangan untuk klien Korea Utara. Kantor berita AFP melaporkan jika pembatasan perbankan China terhadap Korea Utara telah diperkenalkan secara bertahap selama setahun terakhir.
 
Keputusan tersebut terjadi setelah Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memilih untuk mengadopsi sanksi segar yang didukung AS terhadap Korea Utara mengenai uji coba nuklirnya pada hari Senin. Washington setuju untuk merevisi resolusi awalnya yang diusulkan menyusul kekhawatiran oleh Rusia dan China.
 
Resolusi tersebut merupakan yang kedelapan melawan Pyongyang sejak 2006. Sejauh ini, sanksi keras telah dikenakan di Utara atas rudal balistik dan program nuklirnya. Putaran sebelumnya sanksi tersebut diadopsi bulan lalu setelah Pyongyang meluncurkan dua rudal jarak jauh pada bulan Juli.
 
Sementara itu menurut sebuah negara anggota resolusi Dewan Keamanan 2013 harus membatasi transaksi keuangan yang bisa mendanai program senjata nuklir Pyongyang, China telah lama dituduh melakukan tindakan pelonggaran terhadap sanksi terhadap Korea Utara,
 
Cina, bagaimanapun, telah menggarisbawahi komitmennya terhadap larangan PBB. Sejak Februari, Beijing telah menghentikan impor batubara Korea Utara, melarang investasi baru dan menghentikan impor besi, makanan laut dan timbal dari tetangganya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats