Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 07 November 2017 22:04 WIB

Saudi Tuding Iran Picu Peperangan

Riyadh, HanTer - Arab Saudi menuding Iran telah menabuh genderang perang. Tudingan ini dilayangkan Saudi pasca serangan rudal balistik yang menargetkan menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, akhir pekan lalu. Rudal itu sendiri diketahui ditembakkan oleh pemberontak Houthi dari wilayah Yaman.
 
Rudal balistik itu sendiri berhasil ditembak jatuh pasukan Angkatan Udara Arab Saudi dan tidak menimbulkan kerusakan besar maupun korban jiwa. Arab Saudi meyakini, Iran adalah pihak yang menyuplai rudal balistik tersebut ke pemberontak Houthi.
 
Menurut Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, tindakan Iran yang menyuplai rudal ke pemberontak Houthi adalah sebuah tindakan agresi langsung dan secara tidak langsung Iran telah menabuh genderang perang terhadap Saudi dan sekutunya.
 
"Tindakan Iran memasok milisi di Yaman dengan rudal dianggap sebagai agresi militer langsung. Ini bisa dianggap tindakan perang melawan Saudi," kata Mohammed bin Salman dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/11).
 
Sebelumnya, pemerintah Saudi juga sudah melayangkan pernyataan soal peran Iran dalam serangan rudal ini. ”Peran Iran dan komando langsungnya terhadap proxy Houthi dalam hal ini merupakan tindakan agresi yang jelas yang menargetkan negara-negara tetangga, dan mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah dan secara global,” sebut pernyataan Pemerintah Saudi.
 
Merespon serangan rudal itu, Arab Saudi melancarkan serangan ke wilayah Sanaa, Yaman. Koalisi militer Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi juga mengumumkan telah menutup semua penyeberangan perbatasan darat, pelabuhan laut dan bandara di Yaman sebagai respons  peluncuran rudal tersebut.
 
Sementara Iran menyebut, tudingan Arab Saudi itu adalah konsekuensi dari agresi perang Arab Saudi sendiri. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. "Arab Saudi terlibat dalam agresi perang, intimidasi regional, perilaku destabilisasi dan provokasi yang berisiko. Saudi menyalahkan Iran atas konsekuensinya," kata Zarif. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats