Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 10 Januari 2017 23:25 WIB

Menhub Tetapkan DKI Jakarta Sebagai Pilot Project Pelayaran Rakyat

Jakarta, HanTer – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menetapkan Provinsi DKI Jakarta sebagai proyek percontohan (pilot project) pelayaran rakyat di Indonesia. Hal tersebut disampaikan pada saat peresmian pengoperasian pelayaran KM Express Bahari 3B rute Pelabuhan Sunda Kelapa - Kepulauan Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

“Terkait prasarana, Saya minta DKI untuk mengimprove Pelabuhan Kali Adem agar lebih nyaman supaya semua golongan masyarakat mau kesana termasuk aksesibilitasnya. Terkait safety, kita akan didik tenaga-tenaga sumber daya manusia dari DKI, kita akan memberikan kompetensi kepada DKI,” kata Budi yang didampingi didampingi oleh Plt. Gubernur DKI Sumarsono, Dirjen Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono dan Dirut PT PELNI, Elfien Goentoro.

Menhub juga berharap kehadiran Pelni dan ASDP dapat memberikan semangat bagi kapal-kapal pelayaran rakyat untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan.

“Apa yang dilakukan saat ini adalah suatu benchmarking baru dimana ada suatu level of security, level of safety dan level of service baru dan ini akan kita berikan pembelajaran bagi saudara-saudara kita yang mengelola pelayaran rakyat,” kata Menhub.

Menhub juga mengimbau kepada seluruh jajaran Kementerian Perhubungan, secara khusus Ditjen Perhubungan Laut untuk mengembangkan dan mereformasi pelayaran rakyat.

“Pelayaran rakyat adalah hak hidup masyarakat banyak. Banyak sekali saudara-saudara kita berusaha di pelayaran rakyat, oleh karenanya kami juga melakukan suatu reformasi berkaitan dengan pelayaran rakyat dengan cara-cara yang lebih mementingkan kepentingan rakyat,” ujar Menhub.

 “Kita akan melakukan ramp check reguler. Wajib bagi KSOP dengan pemilik kapal untuk mengevaluasi terus-menerus. Setelah itu perlu melakukan persiapan pada saat berangkat dan mengikuti semua prosedur yang sudah ditetapkan,” tambah Menhub.

Terkait dengan pengoperasian perdana KM Express Bahari 3B, menurut Menhub, kehadiran Kapal Express Bahari 3B merupakan wujud komitmen Kemenhub untuk terus meningkatkan pelayanan, khususnya bagi masyarakat di Kepulauan Seribu.

“Saya berharap dengan kehadiran KM Express Bahari 3B dapat memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat di daerah Kepulauan Seribu dengan tarif yang terjangkau, namun tetap memperhatikan aspek keselamatan,” ujar Menhub.

KM. Express Bahari 3B yang dibuat pada tahun 2005 merupakan jenis kapal penumpang dengan ukuran 149 GT dan sanggup menampung 208 orang dan 6 orang awak kapal, serta memiliki kecepatan antara 20-30 Knot. Adapun KM. Express Bahari 3B ini akan melayani rute pelayaran Sunda Kelapa – Pulau Bidadari - Pulau Tidung. Kapal ini dioperasikan oleh PT PELNI.

Menhub menyampaikan bahwa PT PELNI dan PT ASDP sudah diminta untuk menyediakan 5 sampai 6 kapal untuk melayani kebutuhan masyarakat dari dan ke Kepulauan Seribu.


(Red)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats