Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 21 Juni 2017 14:44 WIB

Mayoritas Muslim, Endra: Tak Semua Mi Asal Korea Mengandung Unsur Babi

Jakarta, HanTer - Setelah melalui pengujian di laboratorium BPOM dari sekian banyak mi instan yang diimpor dari Korea ada empat jenis yang dinyatakan mengandung DNA babi. Yaitu Samyang (Mi Instan U-Don) dengan nomor edar BPOM RI ML 231509497014, Nongsim (Mi Instan-Shim Ramyun Black) dengan nomor edar BPOM RI ML 231509052014, Samyang (Mi Instan Kimchi) dengan nomor edar BPOM RI ML 231509448014 dan Ottogi (Mi Instan-Yeul Ramen) dengan nomor edar BPOM RI ML 231509284014. Keempat mi instan ini diimpor oleh PT. Koin Bumi.
 
Ternyata di pasaran masih ada merek mi instan dari Korea yang amat digemari oleh masyarakat Indonesia. Seperti mi Samyang dengan varian rasa Hot Chiken Ramen atau Mi Goreng Pedas Rasa Ayam.
 
“Publikasi dari BPOM soal ada beberapa merek mi instan asal Korea yang mengandung unsur babi memang memprihatinkan. Namun tidak semua mi asal Korea mengandung unsur babi. Seperti produk yang kami impor dengan merek mi Samyang rasa Hot Chiken Ramen atau Mi Goreng Pedas Rasa Ayam terbebas dari unsur yang dikatagorikan tidak halal,” kata Endra Nirwana selaku Sales & Marketing Manajer PT. Korinus, Rabu (21/6/2017).
 
Endra  menghimbau masyarakat untuk tidak resah menanggapi temuan BPOM soal temuan mi instan asal Korea yang mengandung unsur babi.
 
“Jadilah konsumen yang cerdas. Kami selaku importir faham benar kalau mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. Makanya kami hanya mengimpor dan mengedarkan mi samyang yang sudah dinyatakan halal karena tidak mengandung unsur babi. Sertifikat MUI juga sedang dalam pengurusan dan sudah ada nomor registrasinya,” lanjutnya.
 
Mi goreng pedas rasa ayam yang diedarkan PT Korinus  dibuat dalam dua macam kemasan, kemasan cup/bowl dan kemasan pack. Keduanya sudah terdaftar  di BPOM dengan nomor BPOM RI ML: 331510033167 & 231509027167, masing-masing 140 gr dan 105 gr.
 
Mi Samyang yang diimpor oleh PT. Korinus juga sudah mendapat sertifikasi halal dari lembaga terkait di Korea Selatan.
 
“Yang memberikan sertifikasi halal untuk Mi Samyang yang kami impor adalah Korea Muslim Federation (KMF). Kalau di sini ya seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia). Mereka sudah biasa memberikan sertifikat halal untuk makanan dan minuman di sana,” terangnya.
 


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats