Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 16 Juli 2017 23:04 WIB

Bina Swadaya Siap Dukung Pemerintah Berdayakan Masyarakat Desa

Jakarta, HanTer - Upaya pemerintah Joko Widodo (Jokowi) untuk memberdayakan masyarakat desa di Indonesia menjadi lebih maju secara ekonomi dinilai sulit terwujud tanpa adanya sinergitas antara pemerintah dengan elemen masyarakat terkait.

“Saya kira apa yang diberikan Presiden Jokowi dengan Dana Desa sudah bagus, tapi jika tindaklanjutnya hanya dilakukan oleh pemerintah saja akan sulit. Perlu pelibatan masyarakat sipil dan LSM (lembaga swadaya masyarakat),” kata Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc. Ketua Pengurus Yayasan Bina Swadaya dalam konferensi pers peringatan HUT ke-50 Bina Swadaya di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Terlebih, sambung dia, Indonesia memiliki 74.000 desa dengan berbagai macam kompleksitas yang dialami. “Banyak desa tertinggal di Indonesia, dan selama ini tidak ada dana desa. Dan mereka itu (masyarakat desa) tidak punya kemampuan bahkan ketika ada dana desa,” ujarnya.

Bahkan, sambung dia, tidak sedikit desa yang kebingungan saat Pemerintah menggulirkan program dana desa. “Mereka bingung harus berbuat apa, berkoperasi tidak bisa, bertani tidak bisa karena banyak lahan yang ‘dicuri’, dan masalah lainnya,” tandas dia.

Oleh karena itu, Paulus menilai dalam masalah ini pendampingan adalah sesuatu yang sangat penting untuk menjadikan masyarakat desa mandiri untuk memberdayakan ekonomi desa dan warganya. Tentunya, hal ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata.

Bina Swadaya, dikatakan Paulus, yang telah berusia 50 tahun secara berkesinambungan terus melakukan pemberdayaan kepada masyarakat miskin dan pedesaan yang tinggal di daerah tertinggal. Pemberdayaan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan berusaha hingga keterampilan.

“Kegiatan pemberdayaan ini sudah kami lakukan selama 50 tahun. Dalam usia 50 tahun ini, kita ingin melakukan sesuatu yang lebih besar, kita ingin berkiprah memberikan pelatihan bagi desa-desa sehingga dana desa bisa terimplementasi dengan baik,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Paulus mengaku tengah menjajaki pembuatan sistem online pelatihan bagi masyarakat, baik dalam sektor ekonomi maupun pertanian. Diharapkan, sistem pelatihan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat-masyarakat pedesaan. 

 

 

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats