Di Publish Pada Tanggal : Senin, 17 Juli 2017 22:40 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Alami Surplus Tertinggi Sejak 2012

Jakarta, HanTer - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2017 mengalami surplus US$ 1,63 miliar, atau naik dibading bulan sebelumnya yang hanya mencapai US$ 470.

Surplus tersebut, diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto, disebakan oleh penurunan nilai impor Indonesia yang mencapai US$10,01 miliar atau turun 27,26 persen dibanding Mei 2017, demikian pula apabila dibandingkan Juni 2016 turun 17,21 persen.

Sedangan, impor nonmigas Juni 2017 tercatat hanya mencapai US$8,40 miliar turun 29,88 persen dibanding Mei 2017, demikian juga bila dibanding Juni 2016 turun 18,65 persen. Selanjutnya, untuk impor migas Juni 2017 mencapai US$1,61 miliar atau turun 9,79 persen dibanding Mei 2017 dan turun 8,80 persen jika dibanding Juni 2016.

"Penurunan impor migas ini dipicu oleh turunnya impor semua komponen mulai dari minyak mentah 7,20 persen, hasil minyak 11,23 persen dan gas hingga 8,7 persen," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Adapun, lanjutnya, sepanjang Januari-Juni 2017, total ekspor Indonesia mengalami kenaikan US$ 79,96 miliar dengan total impor naik US$ 72,33 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2017, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 7,63 miliar. 

Menurut dia, surplus yang dicatatkan Indonesia pada semester I tahun ini juga merupakan yang tertinggi sejak tahun 2012. "Yang tinggi dulu pernah terjadi di tahun 2012 US$15 miliar, setelah kita lacak capaian tahun ini yang tertinggi sejak tahun 2012,” tandas dia.

Suharyanto menambahkan, surplus perdagangan nonmigas Indonesia selama satu semester ini paling banyak disumbang negara India dengan kontribusi US$ 5,04 miliar, Amerika Serikat US$ 4,7 miliar, dan Belanda US$ 1,56 miliar. Namun neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit dengan Cina sebesar US$ 6,62 miliar, Thailand US$ 1,83 miliar, dan Australia US$ 1,57 miliar. 

Dengan demikian, ia berharap kinerja positif perdagangan Indonesia ini bisa terus berlanjut. “Kami harapkan surplus ini akan terjadi hingga akhir tahun,” ucapnya. 


(Abe)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats