Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 26 September 2017 23:10 WIB

Demi Investor, Menhub Siap Pangkas Peraturan

Jakarta, HanTer - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengaku siap untuk menyederhanakan peraturan apabila dinilai menyusahkan bagi investor dalam menanamkan modalnya untuk pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.

"Secara ekstrem bisa saya katakan bahwa Peraturan Menteri itu bukan segalanya, artinya apabila ada kesulitan berkaitan dengan PM kita bisa sederhanakan apabila untuk kemanfaatan yang signifikan," kata Budi setelah pembukaan Asia-Europe Meeting (ASEM) di Nusa Dua, Denpasar, Selasa (26/9/2017).

Ia mengatakan deregulasi bisa dilakukan secara intensif untuk menciptakan iklim investasi yang mendukung. "Yang kita lakukan ini intensif dan antusias bersama-sama swasta dan BUMN, contoh mau dinvestasi di Kertajati, apa masalahanya, maka kita akan elaborasi, kita berusaha untuk menciptakan tata kelola yang baik," katanya.

Menhub Budi dalam pertemuan antara menteri transportasi di Eropa dan Asia itu juga mengerahkan BUMN dan swasta untuk menawarkan program-program yang dinilai potensial untuk dikerjasamakan.

Terdapat 12 proyek yang yang akan ditawarkan dalam pertemuan bilateral dengan sembilan negara Asia dan Eropa, di antaranya Jepang, RRT, Polandia, Hongaria, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Proyek yang ditawarkan adalah Makassar New Port, Product terminal 1 dan 2 Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan Kijing, Pelabuhan Sorong (Papua Barat), Kanal Cikarang-Bekasi-Laut (CBL), Pelabuhan Tanjung Carat, Bandara Kualanamu, Bandara Internasional Lombok, Kereta Api Makassar-ParePare, Light Rapid Transit (LRT) Bandung, dan Trem Surabaya. 

Dalam skala khusus Menhub akan bertemu dengan perwakilan dari Jepang untuk membahas beberapa proyek transportasi yang sedang berjalan ataupun dalam tahap perencanaan.

"Nanti dengan Jepang saya akan membahas perkembangan Pelabuhan Patimban, perkembangan Mass Rapid Transit (MRT), perkembangan Light Rapid Transit (LRT) dan High Speed Train Jakarta-Surabaya," katanya. 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats