Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 26 September 2017 16:55 WIB

BPS Diminta Sediakan Data Rinci Sektor Pariwisata

Jakarta, HanTer - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pengukuran sektor pariwisata terhadap sumbanganya terhadap produk domestik bruto (PDB), devisa dan sumbangan tenaga kerja. 

"Kalau pariwisata sudah ditetapkan sebagai leading sector, maka aneh sekali kalau BPS tidak mengukurnya," kata Arief  saat menyampaikan Keynote Speech di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan III tahun 2017 tentang "Calendar of Event 2018" di Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Menurut dia,  selama ini BPS lebih banyak menyediakan data sektor pertanian dan perdagangan. Namun ke depan, Arief berharap pariwisata sebagai sektor unggulan di masa depan juga memiliki data lengkap. "Dulu ada namanya pertanian perdagangan. Tapi lebih baik bicara masa depan daripada masa lalu," papar Arief.

Apalagi, lanjut dia, saat ini pertumbuhan pariwisata Indonesia naik 24 persen. Angka itu mengalahkan negara tetangga, ASEAN dan global yang tumbuh di kisaran 5-6 persen.

Lebih lanjut dikatakan, dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018, ada tiga leading sector yang ditetapkan. Satu adalah pertanian karena Indonesia adalah negara agraris, nomor tiga perikanan dan nomor dua adalah pariwisata. 

"Saya sering berdikusi dengan pak presiden, apa sebenarnya DNA bangsa ini? Lalu saya tulis dalam CEO Message saya, apa sebenarnya core industri bangsa ini? Yang bisa menjadi yang terbaik di regional dan global dan memberikan sumbangan terbesar bagi bangsa ini?,” ujar Arief Yahya. 

Untuk manufacturing misalnya, tidak ada satu negara pun yang bisa mengalahkan Cina di industri tersebut. Begitu juga dengan era informasi. Tidak ada satu negara pun yang bisa mengalahkan United States. Lima perusahaan terbaik dalam dunia informasi semuanya adalah American Based. 

"Jadi tinggal di era keempat, yakni ekonomi kreatif dan pariwisata masuk di dalamnya. Saya katakan, ada kemungkinannya kita menjadi yang terbesar dan menjadi terbaik di regional maupun global," ujar Menpar Arief Yahya disambut gemuruh tepuk tangan seluruh pesarta yang hadir. 

Apakah pariwisata Indonesia bisa membuktikan dia menjadi yang terbaik dan terbesar di dunia? Menurut laporan The Telegraph, pariwisata Indonesia masuk dalam Top 20 Fastest Growing Travel Destinations in the world. 

Artinya menurut Menpar, kecepatan tumbuh kita sudah masuk standar dunia. Karena itu ia sering mengatakan bahwa dalam persaingan saat ini bukan yang besar makan yang kecil tapi yang cepat makan yang lambat. 

Menpar menjelaskan, yang ia bayangkan kemudian adalah Indonesia sebagai bangsa yang besar juga lincah dan cepat. The Dancing Giant. Negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura dan Thailand adalah negara relatif kecil dan Indonesia besar. Jadi Indonesia adalah negara besar dengan kecepatan yang sangat tinggi. 

"Jadi seluruh yang ada di ruangan ini dan pelosok tanah air, anda kalau berbicara tentang pariwisata kepala kita harus tegak. Kita sudah masuk pada jajaran pemain dunia," ujarnya. 

 


(Arbi/Oke)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats