Di Publish Pada Tanggal : Senin, 11 Desember 2017 09:17 WIB

Sejumlah Pengaturan Lalulintas Dilakukan Jelang Pengoperasian KA Bandara

Jakarta, HanTer - Menjelang beroperasinya KA Bandara, Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), PT Railink, PT KAI, PT KA Commuter Indonesia (KCI), Dishub Provinsi DKI Jakarta, Korlantas, Bina Marga, Kecamatan Sudirman dan beberapa pihak lain terkait persiapan operasional KA Bandara Soekarno- Hatta, membahas pengaturan lalu lintas dalam Stasiun Sudirman Baru (BNI City) yang akan segera beroperasi.

Dalam pertemuan itu, masalah pengaturan lalu lintas menuju ke dan dari Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) baik bagi pengguna kendaraan maupun pejalan kaki menjadi fokus pembahasan agar dapat memberikan kenyamanan.

Sejumlah rekayasa pengaturan lalu lintas kendaraan akan dilakukan oleh Dishub DKI Jakarta di sekitar area Sudirman, seperti lalu lintas di jalan Tanjungkarang dan bawah Jalan Jenderal Sudirman diubah dari semula dua arah menjadi satu arah (untuk jalan Tanjungkarang hanya untuk pergerakan selatan ke utara, sementara untuk bawah jalan jenderal Sudirman hanya untuk pergerakan timur ke barat)

Kemudian di Jalan Talang Betutu menjadi satu arah dari timur ke barat. Sedangkan Jalan Plaju, Jalan Sungai Gerong, Jalan Kotabumi dan Jalan Martapura tetap dua arah.

Kendaraan dari arah Jalan Jenderal Sudirman (pergerakan selatan-utara) yang akan menuju Jalan Tanjung karang, Jalan Talang betutu, Jalan Plaju, Jalan Sungai gerong, Jalan Kotabumi dan Stasiun KA Bandara harus berputar di Bundaran HI untuk kemudian memasuki Jalan Blora - bawah Jalan Jend sudirman - dan seterusnya.

BPTJ juga akan melakukan kordinasi bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk kesiapan pengadaan bus feeder menjadi angkutan tambahan disejumlah stasiun yang padat penumpang pada lintas Tangerang - Duri seperti Stasiun Kalideres dan Stasiun Poris.

Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan alternatif transportasi dari dan menuju Bandara Soekarno- Hatta menyediakan 10 trainset KRL (6 car per trainset). Kapasitas per trainset ini bisa mengangkut sebanyak 272 orang penumpang.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan saat ini berbagai pihak terus berkoordinasi untuk kesiapan pengoprasian kereta bandara ini.

"Segera akan ada pengaturan lalu lintas dan pergerakan orang di sekitar Stasiun Sudirman dan Sudirman Baru (BNI City). Hal ini untuk membiasakan agar nanti saat beroperasinya kereta bandara, Para penumpang sudah tahu kemana harus bergerak," kata Bambang Pri.

Stasiun yang dilayani oleh KA bandara meliputi Manggarai, Sudirman Baru (BNI City), Duri, Batuceper, Bandara Soetta PP. Namun awal operasional untuk naik turun penumpang PT Railink baru melayani dari Stasiun  Sudirman Baru dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta (PP) karena stasiun- stasiun yang lain sedang dalam proses pembangunan.

Menurut Direktur KCI, MN Fadhila, nantinya bersamaan dengan beroperasinya KA Bandara relasi Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Bandara Soekarno Hatta maka pada lintas Tangerang - Duri (PP) akan terdapat penyesuaian jadwal KRL sesuai dengan pola operasi yang terdapat pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2017 yang telah mengakomodir perjalanan KA Bandara.

Fadhil menambahkan, Penyesuaian jadwal ini dilakukan seiring dengan perubahan jumlah perjalanan KA Lintas Tangerang – Duri dari 90 perjalanan menjadi 80 perjalanan.

Untuk jadwal keberangkatan kereta pertama dari Stasiun Tangerang menuju Duri adalah pukul 04.55 WIB, sedangkan kereta pertama dari Stasiun Duri menuju Tangerang pukul 05.45 WIB. Sedangkan untuk jadwal kereta terakhir dari Stasiun Tangerang menuju Duri pukul 22.30 WIB dan KA Terakhir dari Stasiun Duri menuju Tangerang pada pukul 23.45 WIB.

PT KCI secara bertahap juga akan mengoperasikan rangkaian KRL yang lebih panjang yakni dengan formasi 10 dan 12 kereta di lintas Tangerang – Duri (PP) untuk memaksimalkan kapasitas angkut.

Sementara itu, Direktur Utama Railink, Heru Kuswanto mengatakan, terkait pengaturan flow kendaraan yang ke Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City), masuk dari Terowongan Jalan Kendal menuju area Stasiun KA Bandara Sudirmanbaru.

“Ketika kendaraan masuk area Stasiun Sudirmanbaru, ada dua alternatif yang bisa di pilih oleh penumpang," ujar Heru.

Kedua opsi keluar masuk stasiun yaitu, ketika masuk pintu utama, kendaraan lurus hingga di area drop off di Lantai Dasar (at grade) untuk menurunkan penumpang kemudian keluar dengan belok kanan menuju Jln Martapura (tidak bisa belok kanan ke arah Jln Talang Betutu).

Atau Ketika kendaraan masuk pintu utama maka kendaraan serong kiri masuk ramp naik Lantai 1, menurunkan penumpang di Lobby Timur dan Lobby Barat di Lantai 1, dan kendaraan bisa parkir di halaman parkir timur dan barat, lalu keluar melalui ramp turun di sisi barat, manuver U-turn ke arah timur, keluar menuju Jalan Marta pura.


(Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats