Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 12 Januari 2018 16:45 WIB

Kemenkop dan UKM

9.000 Notaris Khusus Koperasi Belum Registrasi SISMINBHKOP

Jakarta, HanTer – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat terdapat lebih dari 12.000 lebih Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) di Indonesia.

Namun dari jumlah tersebut, baru 3.000 NPAK yang teregistrasi dalam Sistem Administrasi Layanan Badan Hukum Koperasi (SISMINBHKOP) Kemenkop UKM.

"Saat ini, sudah ada NPAK lebih dari 12 ribu lebih notaris. Namun, baru 2000-3000 NPAK yang melakukan registrasi ke Kemenkop dan UKM. Kalau tidak registrasi, tidak akan bisa online ke SISMINBHKOP," ungkap Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Oleh karena itu, pihaknya mendorong 9.000 NPAK segera mendaftarkan diri dalam SISMINBHKOP Kemenkop UKM. Apalagi, sambung Meliadi, profesi notaris amat diperlukan karena merupakan satu-satunya yang bisa mengeluarkan akta badan hukum yang otentik.

"Pendaftaran badan hukum koperasi dan perubahan Anggaran Dasar koperasi sekarang dilakukan secara online. Sejak 2016 sudah ada sekitar 5397 badan hukum koperasi baru yang diterbitkan notari. Artinya, dengan jumlah sekitar 300-an badan hukum koperasi baru setiap bulannya, maka bisa disebut bahwa semangat dan minat masyarakat untuk berkoperasi masih tinggi," tegas Meliadi.

Lebih lanjut, Meliadi mengatakan juga akan terus melakukan kerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan 20 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia untuk meningkatkan akses dan kemudahan pengurusan badan hukum koperasi.

"Kita ada di posisi hulu dan hilir untuk mempermudah pengurusan badan hukum koperasi di Indonesia. Di hilir, kita mempertajam kerjasama dengan kalangan notaris dan NPAK yang tergabung di INI," paparnya.

Sementara di hulu, kata Meliadi, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Medan dengan 20 perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia, untuk memasukkan perkoperasian sebagai mata kuliah dan masuk ke dalam kurikulum di program magister kenotariatan.

"Kita sedang menyusun materi perkuliahan tentang perkoperasian. Perguruan tinggi nantinya yang akan mengolahnya menjadi kurikulum", imbuh Meliadi.

Jadi, sebelum lulus menjadi notaris dan saat menjadi mahasiswa sudah paham tentang seluk-beluk koperasi.

"Karena, selama ini, mereka masih memandang koperasi dari sisi negatifnya saja. Setelah MoU, kami akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan program studi (Prodi) itu", pungkas Meliadi. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats