Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 12 Januari 2018 20:39 WIB

HKTI Minta Pemerintah Hati-hati Memutuskan Impor Beras Jelang Panen Raya

Jakarta, HanTer - Pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah impor demi mengamankan pasokan beras. Sebanyak 500 ribu ton beras akan segera didatangkan dari Thailand dan Vietnam pada akhir bulan ini.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, beras yang akan diimpor adalah beras kualitas khusus dengan harga medium. Jenis beras tersebut memiliki spesifikasi bulir patah di bawah lima persen. 
 
Keputusan impor diambil karena saat ini tengah terjadi kelangkaan pasokan beras medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Adapun perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan impor adalah Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). 
 
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menilai, pemerintah harus berhati-hati dalam memutuskan impor. Jangan sampai berita keputusan impor ini membuat resah masyarakat dan petani. Sehingga harga gabah anjlok saat panen raya sebentar lagi. 
 
"Ini yang perlu dipahami, berdasarkan grafik nasional, panen yang paling bagus adalah bulan Februari sampai April. Karena fotosintesisnya bagus, curah hujan juga bagus. Dan bulan Maret-April adalah peak panen. Jangan sampai karena isu impor harga dari petani rusak," ujar Moeldoko di Jakarta, Jumat (12/1/2018).
 
Menurut Moeldoko, impor beras bisa dilakukan jika produksi beras di dalam negeri memang mengalami kekurangan. Sedangkan saat ini, dia menilai produksi beras masih cukup. Apalagi, kata dia, selama ini para petani juga sedang berusaha keras menggiatkan peningkatan produksi padi. 
 
"Jika impor beras hanya karena masalah harga beras yang naik di pasaran, maka yang harus diperbaiki adalah tata kelola distribusi beras. Apalagi, pada Februari mendatang akan mulai ada panen di sejumlah daerah. Saat panen, harga gabah dan beras akan turun lagi," tuturnya.
 
Moeldoko mengakui, grafik panen setelah bulan April hingga Agustus cenderung menurun. O