Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 24 April 2018 10:41 WIB

Pengamat: Tuntutan Serikat Karyawan Garuda dan APG Jangan Rugikan Konsumen

Jakarta, HanTer --- Sekretariat Bersama Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan menolak hasil RUPSLB. Serikat Karyawan (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) menilai keputusan RUPSLB pada Kamis (19/4) tidak memberikan harapan perbaikan bagi kondisi maskapai ini.
 
Selain menolak hasil RUPSLB dan menuntut evaluasi, Sekarga dan APG akan melakukan Industrial Action pada waktu dan tempat yang akan ditetapkan kemudian.
 
Warning Industrial Action itu mendapat tanggapan dari pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan. Menurutnya, ancaman industrial action harus dipikirkan dalam-dalam karena ditakutkan hanya akan merugikan kepentingan konsumen.
 
''Serikat pekerja juga harus memikirkan ada kepentingan yang lebih besar yang harus diutamakan yaitu hak konsumen untuk mendapat pelayanan. Sebaiknya, duduk bareng antara manajemen dan serikat pekerja. Gak bisa hanya ngotot,'' ujar Azas kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/4/2018).
 
Azas mengingatkan, serikat pekerja dalam menyalurkan hak itu ada koridor atau aturannya, tidak bisa semau-maunya. 
 
''Coba dilihat apakah yang dituntut itu sudah dipenuhi. Kalau semua sudah dipenuhi ya jangan lagi mengada-ada, selama itu sudah dipenuhi dan dibicarakan bersama, bangun solusi yang baik,'' katanya.
 
Takutnya, lanjut Azas, tuntutan serikat pekerja yang mengada-ada dan menabrak aturan hanya akan mengorbankan hak konsumen.
 
''Itu yang harus diperhatikan betul, jangan sampai operasional terhenti menjelang ibadah Ramadan. Penyaluran hak itu jangan sampai merugikan perusahaan dan konsumen. Harus dicari solusi jangan mentang-mentang,'' pungkasnya. 
 
Diketahui, tuntutan Sekarga dan APG telah diakomodir dalam RUPSLB 2018 yang menyetujui adanya penghapusan satu posisi direksi. Posisi direksi yang dihapus adalah Direktur Produksi yang dijabat oleh Puji Nur Handayani, sehingga jumlah direksi Garuda sekarang hanya delapan. Direktur Operasi dan Direktur Teknik sudah diangkat sebagai melalui RUPS. 
 
Sebelumnya, seperti dikutip kumparan.com, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo meminta Sekarga dan APG untuk menghormati keputusan pemegang saham. Keputusan RUPSLB juga memperbaiki struktur organisasi agar efisien. Misalnya dengan menghapus jabatan Direktur Produksi. 
 
"Jadi nilai efiensi yang dimaksud APG di mana? Malah strukturnya jadi kita kurangin. Kita harapkan karyawan juga memahami bahwa kita serius untuk menangani Garuda. Untuk transformasi, tidak hanya finansial ya, operasinya juga sama," jelasnya. 
 
Gatot menegaskan, upaya pengurangan posisi dalam struktur organisasi dan keputusan lain dalam RUPSLB juga mempertimbangkan persaingan di dunia aviasi. "Jadi, pesaingnya sudah banyak ini. Kalau kita tetap seperti ini, kita tidak akan bisa survive," ucapnya.


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats