Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 01 Juni 2018 13:37 WIB

Mentan Blacklist 5 Perusahaan Nakal Pengimpor Bawang Putih

Jakarta, HanTer - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memasukan 5 perusahaan importir bawang putih ke daftar hitam atau blacklist dan mencabut ijin untuk selamanya. Lima pemilik perusahaan tersebut juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Adapun 5 perusahaan tersebut yakni PT.PTI, PT. TSR, PT. CGM, PT. PT. FMT dan PT. ASJ. Kelima perusahaan tersebut dinilai merongrong kerja keras pemerintah untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Mensejahterakan Petani.
 
"Indonesia harus mewujudkan swasembada bawang putih. Tahun 2017 luasan sudah mencapai 2.000 hektar dan tahun 2021, target luas tanam bawang putih harus mencapai 80.000 hektar. Mari bersama-sama kita perangi mafia pangan," ujar Amran usai upacara Hari Lahirnya Pancasila di Kampus Kementan, Jakarta, Jumat (1/6/2018).
 
Amran mengakui Indonesia memang menjadi pelanggan impor bawang putih dari berbagai negara. Lebih dari 96 persen, kebutuhan bawang putih dalam negeri bersumber dari China, Taiwan dan India. Namun sejak kepemimpinanya, impor bawang putih dibatasi. Pihaknya menggalakkan budidaya bawang putih di beberapa daerah dengan memberikan bantuan benih dan pupuk kepada petani. Upayanya berhasil sehingga Indonesia bisa menekan impor bawang putih walaupun harga tetap naik turun terutama pada saat menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. 
 
"Kami mulai menyisir problem ini, karena dari hukum ekonomi suply dan demand. Karena tidak masuk akal bila ketersediaan produk cukup dan tingkat permintaan masih stabil namun harga di pasar sudah membungbung," jelasnya.
 
Amran menegaskan, untuk mengatasi problem tersebut pihaknya menempuh langkah cepat dengan memerintahkan semua lini kementerian, untuk memetakan agroklimat dan agroekosistem wilayah pada semua propinsi yang layak untuk pengembangan bawang putih. Selain itu pihaknya juga mengumpulkan para pengusaha importir bawang putih yang tergabung dalam Asosiasi Importir Bawang Nasional, dan sepakat untuk ikut serta mengembangkan budidaya bawang putih di Indonesia.
 
Selain itu pihaknya juga mengeluarkan keputusan yakni setiap importir wajib, membudidayakan bawang putih seluas 5 persen dari kuota impor yang didapatkan. Hal tersebut sudah berjalan, namun masih banyak yang nakal dengan mencari jalan pintas untuk meraup keuntungan. Para pengusaha nakal tersebut tidak memperdulikan suasana ibadah masyarakat seperti bulan puasa saat ini.
 
"Kita sudah lakukan pendekatan, agar pengusaha mau berkontribusi yang pada akhirnya juga akan menguntungkan. Pemerintah tidak mau merugikan dunia usaha, namun tidak pula membuat masyarakat gaduh," paparnya.
 
Presiden Jokowi, sambung Amran, juga sudah memerintahkan, agar setiap permasalahan diselesaikan secara konprehensif dan permanen. Konsep tersebut sudah dilakukan Kementan dan terbukti baik. Buktinya dulu Indonesia impor jagung, bawang merah. Namun sekarang sudah ekspor. Bahkan ,cabai dulu selalu menyusahkan kaum ibu dan menjadi pemicu inflasi. Namun saat ini sudah stabil. Oleh karena itu pihaknya akan terus mengawasi dan mengevaluasi semua kebijakan pangan, yang tidak berpihak pada rakyat.
 
"Tahun 2018, 26  perusahaan yang sudah mendapatkan ijin impor tetap kita evaluasi. Tata kelola pangan terus diperbaiki dengan melibatkan, BUMD dan BUMN untuk masuk dalam bisnis bawang putih, agar bila terjadi gejolak harga maka BUMD dan BUMN, dapat segera menanganinya," tandasnya. 
 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats