Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 18 Juli 2018 10:55 WIB

Rakernas BPJS Ketenagakerjaan 2018 Gaungkan Optimalisasi Layanan Digital

Malang, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (18/7/2018). Rakernas kali ini mengangkat tema “Pertumbuhan Agresif di Tahun 2019”.
 
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menjelaskan, selaras dengan tema pertumbuhan agresif ini, pihaknya  merumuskan tiga kunci utama sebagai pendukung peta jalan yang telah disusun hingga 2021 mendatang. Yaitu, sumber daya manusia (SDM), managemen, dan infrastruktur teknologi dan informasi (TI)
 
Khusus pada infrastruktur TI, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya melahirkan inovasi-inovasi baru untuk mendukung pelayanan yang lebih ringkas, cepat, dan tepat serta aman bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan.
 
"Layanan berbasis fisikal dan digital akan diperkuat. Kita tidak ingin ada lagi antrean-antrean padat di kantor-kantor wilayah dan cabang, karena saat ini bisa dilakukan melalui genggaman tangan," kata Agus dalam sambutan pembuka Rakernas BPJS Ketenagakerjaan 2018 itu. 
 
Genggaman tangan yang Ia maksud berupa aplikasi berbasis mobile, yang dalam Rakernas kali ini diperkenalkan kepada ratusan peserta yang hadir. Aplikasi tersebut adalah BPJSTKU dengan fitur melimpah yang kian memudahkan para pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan. 
 
Salah satu fitur yang hadir di BPJTKU adalah, pendaftaran peserta baru tanpa harus datang ke kantor cabang.
 
 “Peserta tidak perlu menunjukkan kartu fisik sebagai bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kartu digital ini sudah cukup sebagai bukti kepesertaan bagi peserta agar dapat menikmati manfaat tambahan seperti diskon di merchant kerjasama”, papar Agus.
 
Selain itu, juga disediakan fitur pelaporan terkait ketidaksesuaian data kepesertaan maupun pelaporan perusahaan yang "nakal".
 
"Laporan ini akan kami tindaklanjuti ke kantor cabang terkait, data pelapor juga kami lindungi dan rahasiakan," jelas Agus.
 
Fitur digital lainnya yang juga rilis adalah Antrian dan Verifikasi Online yang berbasis KTP elektronik dan sidik jari yang bertujuan untuk mempersingkat alur pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan.
 
"Antrian Online juga merupakan salah satu fitur digital yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempermudah peserta mendapatkan nomor antrian jika ingin melakukan pencairan saldo JHT di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan."
 
Lebih lanjut, Agus juga memperkenalkan inovasi terbaru melalui Voice Assistant GINA (Agen Perlindungan Pekerja), yang bekerjasama dengan Google. "Tapi ini masih perlu kita sempurnakan, karena saat ini baru mencakup 500 jenis pertanyaan seputar BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.
 
Agus menerangkan, layanan robotic GINA siaga 24 jam membantu peserta atau calon peserta mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Inovasi terbaru ini dapat diakses dengan mudah melalui smartphone.
 
Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono mengapresiasi terobosan dan inovasi dalam layanan digital sehingga akan memberikan jemudahan dan kepuasan kepada peserta.
 
Hanya saja, Guntur juga mengingatkan bahwa tantangan 2019 mendatang akan semakin berat. Karena itu ia menyarankan agar manfaat layanan tambahan bagi peserta ditingkatkan.
 
"Perlu terobosan baru juga agar bagaimana lebih mengedepankan manfaat dibanding kewajiban, sehingga meningkatkan citra BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong peningkatan kepesertaan secara masif," imbuhnya. 
 
 
 
 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats