Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 23 Desember 2017 23:59 WIB

Kurang Membumi, Program KB Harus Direvitaliasi

Jakarta, HanTer - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sigit Priohutomo mengatakan program keluarga berencana (KB) harus direvitalisasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurut Sigit, program KB saat ini seperti kehilangan kejayaannya dan tidak membumi, lantaran  eksistensi BKKBN semakin menurun. “Program KB harus bisa kembali mencapai kejayaannya. Lebih penting lagi, program KB harus membumi di masyarakat,” kata Sigit dalam media gathering di Sentul, Bogor, kemarin.

Dalam waktu dekat, Sigit mengatakan akan dilakukan evaluasi terkait capaian dan target Program KB di Indonesia. Tujuannya, kata dia, untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan KB selama ini. “Orang mengatakan BKKBN tidak terdengar suaranya, maka kita akan evaluasi termasuk melalui survei,” ujarnya.

 Ia menilai, pertumbuhan penduduk harus dikontrol dengan baik dan tepat. Sebabnya, hal ini mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia yang dilahirkan.

Kendati begitu, ia mengapresiasi program Kampung KB yang dalam dua tahun ini gencar dilakukan. Melalui Kampung KB, ucapnya, edukasi dan pembangunan secara terintegrasi dapat terlaksana. “Tahun depan, 50 persen kecamatan di seluruh Indonesia, Kampung KB harus tersedia,” tandasnya.

Sebagai informasi, sejak 2016 BKKBN telah melaksanakan program Kampung KB. Program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo di Cirebon, Jawa Barat, Januari 2016 itu merupakan model miniatur pelaksanaan total KKBPK (Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) secara utuh yang melibatkan dan bersinergi kementerian/lembaga, mitra kerja, stakeholders instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Hampir dua tahun berjalan, program Kampung KB kini telah terbentuk di seluruh kabupatan/kota di seluruh Indonesia atau 514 kabupaten/kota. Target Kampung KB hingga akhir tahun ini ialah berdirinya Kampung KB di setiap kecamatan, setidaknya satu Kampung KB di setiap satu kecamatan di Indonesia. Hingga Triwulan III 2017, tercatat sudah terbentuk 5.505 Kampung KB.

Di tingkat kecamatan, sekitar 4.754 kecamatan sudah memiliki Kampung KB. Artinya, tersisa 34% lagi dari jumlah kecamatan di Indonesia yang secara keseluruhan mencapai 7.160 kecamatan yang belum memiliki Kampung KB.

“Program Kampung KB juga harus sejalan dan bersinergi bahkan terintegrasi dengan program yang lain seperti program penanganan stunting, dan lainnya. Penggerakkan Kampung KB dilaksanakan berbasis data real di desa/kelurahan sasaran,” jelas Sigit. 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats