Di Publish Pada Tanggal : Senin, 10 April 2017 11:40 WIB

Sekolah dan Siswa Keluhkan Masalah Teknis di UN 2017

Jakarta, HanTer - Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat mulai digelar Senin (10/4/2017) hingga Rabu (13/4/2017). Pada tingkat SMA ini, pelaksanaa UN berbasis komputer atau UNBK bakal kembali menjadi sorotan, seperti ujian pada tingkat SMK yang digelar minggu lalu.

Pada UNBK tingkat SMK tersebut, kendala teknis hingga sarana prasarana pendukung pelaksanaan UNBK ramai dikeluhkan siswa, orangtua murid, dan sekolah. Contoh konkretnya seperti pengaduan yang banyak diterima oleh posko Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).  

Sekjen FSGI Retno Listyarti menuturkan, keluhan yang paling banyak muncul adalah terkait kendala teknis pelaksanaan UNBK. Seperti tidak munculnya sejumlah soal termasuk gambar dalam UNBK di layar komputer siswa, koneksi jaringan internet yang tidak memadai, hingga listrik yang padam.

“Munculnya kesalahan-kesalahan teknis di lapangan, selain karena kesiapan komputer dan internet, juga karena pemerintah tidak menyiapkan proktor (orang yang bertanggung jawab mengendalikan server di  sekolah) dengan baik,” kata Retno dalam keterangannya kepada Harian Terbit, ditulis Minggu (9/4/2017).

Menurut pengakuan beberapa Proktor, kata dia, mereka terpaksa harus belajar sendiri, dengan fasilitas sendiri yang terkadang jauh dari memadai. Selain itu, sekolah kewalahan menyediakan sarana dan prasarana UNBK.  

“Banyak sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana laboratarium komputer yang memadai, sehingga sekolah kewalahan menyediakan server dengan kualifikasi memadai dan sejumlah komputer dengan persyaratan perbandingan satu komputer untuk tiga peserta ujian,” katanya.

Pemenuhan perbandingan tersebut mengakibatkan sekolah harus bekerja keras mencari pinjaman laptop kepada orangtua peserta didik dan para guru, bahkan yang dipinjam bisa mencapai puluhan laptop.

"Mayoritas sekolah di daerah kewalahan menyiapkan sarana dan prasarana, baik itu komputer maupun jaringan LAN dan internet sesuai spesifikasi yang ditentukan Kemdikbud, bahkan sejumlah sekolah di Jakarta juga meminjam laptop kepada murid dan guru," jelasnya.

Resolusi Tinggi

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, telah memerintahkan agar soal UNBK memiliki resolusi tinggi untuk mengantisipasi tidak munculnya soal dan gambar akibat kegagalan mengunduh, seperti yang terjadi di UNBK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Dari 13 dari 170 mata uji untuk SMK, di situ ada soal berupa gambar dan foto memerlukan resolusi tinggi komputer di beberapa sekolah tidak bisa," kata Muhadjir, dilansir Antara.

Sebagai informasi, UN tingkat SMA akan digelar dalam dua metode, Yakni, Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) dan UNBK. Sedikitnya ada 5.504 sekolah yang akan mengikuti UNKP dan 7.294 yang mengikuti UNBK. Total peserta dengan UNKP yaitu 451.428 dan UNBK yaitu 957.631.

Sedangkan tingkat Madrasah Aliyah (MA), ada sebanyak 10.905 siswa yang mengikuti UNKP dan 9.652 yang mengikuti UNBK. Total peserta UNKP tingkat MA yaitu 667.741 peserta dan total peserta UNBK tingkat MA yaitu 1.144.294.


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats