Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 31 Oktober 2017 01:21 WIB

Dunia Pendidikan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Jakarta, HanTer – Era globalisasi dan perkembangan transformasi digital yang kian pesat menuntut terjadinya perubahan dan penyesuaian dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang pendidikan.

Dalam konteks ini, tenaga pengajar termasuk dosen memiliki peranan penting untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompetitif.

“Dunia tengah memasuki babak baru kehidupan manusia. Begitu banyak perubahan. Tanpa penyesuaian, kita bisa tertinggal,” kata Dewan Pembina Yayasan Universitas Pancasila, Siswono Yudho Husodo disela Dies Natalis Universitas Pancasila ke-51 dengan tema "Bersinergi Membangun Pendidikan Bangsa", Senin (30/10/2017).

Dunia pendidikan, kata Siswono, harus melakukan perubahan dan penyesuaian kurikulum yakni dengan menggunakan materi referensi terbaru.

“Universitas Pancasila sudah mengarahkan para dosen untuk menggunakan referensi baru dalam mengajar.  Jika dosen mengajar dengan buku lama, maka anak didiknya akan tertinggal. Dunia sudah berubah, kasian jika mereka lulus tapi sudah ketinggalan zaman,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Rektor Universitas Pancasila, Wahono Sumaryono menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan mutu dosen. Diantaranya melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, seperti Inggris, Jerman, Singapura, dan Filipina.

Kerja sama itu, berupa pertukaran dosen dan mahasiswa, serta dalam bidang penelitian.  “Pertukaran mahasiswa dan dosen akan terus digalang untuk meningkatkan kualifikasi dosen serta mahasiswa,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Wahono, UP ditargetkan menjadi kampus entrepreneur yang berbasis riset dan ilmu pengetahuan. Bahkan, saat ini setiap mahasiswa terus didorong untuk menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerja.

Berbagai seminar dan pelatihan wirausaha rutin digelar dengan mengundang pakar dan praktisi guna menambah wawasan para mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, UP juga secara resmi ditetapkan sebagai salah satu kampus yang menyelenggarakan sertifikasi profesi, khusus untuk bidang IT, oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Baru sedikit universitas di Indonesia yang bisa menggelar sertifikasi profesi. Meskipun ini baru untuk bidang IT, tapi ke depana kan kami perluas untuk bidang-bidang lainnya,” tambah Siswono.

Sebagai informasi, di usianya yang ke -51 tahun, UP telah memiliki 27 program studi (prodi) yang 10 diantaranya telah terakreditasi A. Kampus yang berdiri sejak 28 Oktober 1966 itu hingga saat ini telah menghasilkan sebanyak 58 ribu alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats