Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 02 November 2017 06:35 WIB

Antisipasi Pemanasan Global, Uji Teknologi Aspal Plastik di Pasuruan

Pasuruan, HanTer - Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menjadi lokasi ke-5 untuk uji gelar teknologi aspal plastik Pusjatan setelah Bali, Bekasi, Makassar dan Solo. Penanganan limbah plastik menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi pemanasan global.  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengunjungi lokasi uji gelar tersebut. 
 
Lokasi uji gelar aspal plastik berada di ruas jalan Gempol batas kota Bangil Km. 35 + 800 – 36 + 800 dengan total 2,2 km panjang lajur dengan lebar 7 meter. Mencakup kawasan Gempol – Bangil – Pasuruan – Probolinggo.  “Tempat ini dipilih karena volume kendaraan yang tinggi dan beban kendaraan berat yang melewati jalur lintas Surabaya – Malang itu,” kata Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jemabatan (Pusjatan), Deded. P. Sjamsudin, seperti keterangan diterima Harian Terbit, Rabu (1/11/2017).  
 
Selain uji gelar, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemen PUPR melalui Pusjatan dan Pusat Litbang Permukiman bersinergis menggelar visiting doctor bidang jalan dan jembatan, serta visiting doctor bidang perumahan dan permukiman. “Kita langsung melihat bagaimana proses dari inovasi ini berlangsung dan diaplikasikan di lapangan,” tambahnya.
 
Bersamaan acara tersebut, Balitbang menyelenggarakan pameran teknologi hasil litbang sebagai wadah publikasi dari hasil-hasil litbang Balitbang kepada masyarakat. Acara ini digelar mulai Senin (30/10) hingga Rabu (1/11) di Novotel Surabaya Hotel & Suites. 
 
Deded menjelaskan tentang proses membuat limbah plastik. Membentuk aspal berbahan limbah plastik berasal dari campuran beraspal panas khusus untuk jenis kantong kresek (LDPE/Low Density PolyEthylene) yang telah melalui proses pencucian dan pencacahan. “Cacahan limbah plastik yang akan digunakan harus kering, bersih dan terbebas dari bahan organik dengan ukuran maksimal 9,5 mm,”  terangnya.
 
Deded menjelaskan, fokus pada kantong kresek merupakan inovasi dan upaya pemerintah dalam merealisasikan komitmen Presiden Joko Widodo pada pertemuan G-20  yang menyatakan Indonesia siap mengurangi sampah plastik laut sebesar 70 persen hingga tahun 2025. 
 
Upaya yang dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan potensi limbah plastik pengerasan jalan. “Kita fokus pada kantong kresek, bukan dari botol minuman plastik atau limbah plastik lainnya,” tambah Deded.


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats