Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 02 November 2017 17:05 WIB

Fadli Zon: Wajar Elektabilitas Jokowi Lebih Tinggi dari Prabowo

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menilai wajar elektabilitas Joko Widodo lebih tinggi dibandingkan Prabowo Subianto karena tidak sebanding membandingkan antara petahana dengan sosok yang baru akan mencalonkan diri.
 
"Wajar kalau seorang petahana elektabilitasnya di atas bakal calon, itu tidak 'apple to apple' karena tidak bisa dibandingkan antara yang sedang menjabat dan belum," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (2/11/2017).
 
Hal itu dikatakannya mengomentari hasi survei Populi Center yang menunjukkan elektabilitas Joko Widodo paling unggul dibandingkan dengan sejumlah nama yang dinilai berpotensi sebagai kandidat Calon Presiden.
 
Dia menilai calon petahana bisa melakukan kampanye politik secara terstruktur melalui program sehari-hari yang dilakukannya, seperti potong pita, meresmikan proyek, peletakan batu pertama.
 
Menurut dia, kampanye politik secara terstruktur yang dilakukan petahana tidak bisa dibandingkan dengan calon yang akan maju dalam Pemilu Presiden.
 
"Namun saya yakin kalau sudah ada calon, petanya berubah sehingga hasil survei akan berbeda," ujarnya.
 
Dia mencontohkan kalau sudah ditetapkan dua calon presiden atau tiga calon dalam Pilpres, atau Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan ambang batas partai mengajukan calon presiden nol persen, maka peta hasil survei akan berbeda.
 
Menurut dia kalau survei dilakukan ketika sudah ditetapkan calon presiden maka hasil survei akan bermakna dibandingkan saat ini.
 
"Nanti bisa dilihat elektabilitas dari survei itu bermakna, kalau sekarang belum ada maknanya karena dibandingkan petahana dengan calon yang akan maju," katanya.
 
Sebelumnya, survei Populi Center menyebutkan apabila Pilpres dilakukaan saat ini, elektabilitas Jokowi sebesar 49,4 persen, lalu di bawahnya ada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 21,7 persen.
 
Direktur Populi Center Usep S Ahyar mengatakan, dalam konteks kandidat calon presiden, pertarungan masih antara Jokowi dan Prabowo.
 
Di posisi ketiga dan selanjutnya ada nama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dengan elektabilitas 2,0 persen; Hary Tanoesoedibjo 0,7 persen; Anies Baswedan 0,7 persen; Susilo Bambang Yudhoyono 0,6 persen, Megawati Soekarnoputri 0,4 persen.
 
Lalu Jusuf Kalla 0,4 persen; Wiranto 0,3 persen; Ridwan Kamil 0,3 persen, serta nama lain di antaranya Ahok, Tito Karnavian, Surya Paloh, dan lainnya 0,9 persen.
 
Dalam posisi "head to head" antara Jokowi dan Prabowo hasilnya 56,7 persen responden memilih Jokowi, sedangkan yang memilih Prabowo 31,9 persen. Hanya 11,3 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
 
Survei Populi Center dilakukan pada 19 Oktober - 26 Oktober 2017 dengan jumlah responden 1.200 orang menggunakan metode survei "multistage random sampling" dengan "margin of error" 2,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
 


(Anugrah)




Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats