Segera Menguji Rudal Antarbenua Sarmat yang Diklaim Mampu Mengalahkan Segala Jenis Pertahanan

Hermansyah
Segera Menguji Rudal Antarbenua Sarmat yang Diklaim Mampu Mengalahkan Segala Jenis Pertahanan
Rudal antarbenua Rusia Sarmat ditampilkan di lokasi yang dirahasiakan di Rusia, pada 1 Maret 2018 lalu

Moscow, HanTer - Pemerintah Rusia dalam waktu dekat berencana untuk melakukan uji terbang dari rudal balistik antarbenua barunya yang diberi nama Sarmat, yang diklaim mampu mengalahkan sistem pertahanan apa pun. Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Aleksey Krivoruchko dalam sebuah wawancara dengan surat kabar militer Krasnaya Zvezda pada akhir pekan lalu.

"Saat ini uji ejeksi ICBM Sarmat sudah selesai dengan hasil positif. Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan uji coba penerbangan sistem rudal ini. Berdasarkan kemampuannya, tidak ada senjata pertahanan rudal, bahkan yang paling canggih sekalipun, yang dapat menghalanginya," kata Krivoruchko.

Rudal antarbenua ICBM RS-28 Sarmat itu memiliki berat 208 ton dan jangkauan sekitar 6.200 mil, mampu membawa hingga 16 hulu ledak. ICBM canggih dikatakan mampu membawa muatan yang mampu menghancurkan area seukuran Texas atau Prancis.

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Angkatan Darat Sergei Shoigu mengatakan dalam pertemuan dewan Kementerian Pertahanan Rusia pada 21 Desember lalu bahwa kementerian telah merencanakan untuk membuat rentang pengujian untuk uji coba penerbangan Sarmat di Wilayah Krasnoyarsk Siberia.

Beberapa hari sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada konferensi pers tahunannya bahwa pengembangan Sarmat telah memasuki tahap akhir. Rudal itu ditampilkan untuk pertama kalinya dalam pidato tahunan Putin di hadapan Majelis Federal pada awal Maret 2018, di mana ia memamerkan sistem rudal sebagai inti dari senjata Rusia yang diperbarui dan sangat canggih.

Senjata lain yang dipamerkan pada saat itu oleh Putin termasuk drone kapal selam bertenaga nuklir, rudal jelajah, dan senjata laser tempur darat.

Putin menjelaskan saat itu bahwa senjata baru dikembangkan sebagai tanggapan atas pelanggaran Washington terhadap Perjanjian Rudal Anti-Balistik 1972, yang ditandatangani antara AS dan Uni Soviet untuk membatasi penggunaan sistem pertahanan rudal.

Pemimpin Rusia itu mengatakan Washington secara sepihak menarik diri dari perjanjian di bawah mantan Presiden George W. Bush untuk memajukan teknologi misilnya, tetapi Moscow telah memastikan bahwa senjata strategisnya dapat melewati sistem modern AS.

#Rudal   #Sarmat   #Rusia   #ICBM