Fenomena Langka, Kompleks Masjid Al Aqsa Diselimuti Salju

Hermansyah
Fenomena Langka, Kompleks Masjid Al Aqsa Diselimuti Salju
Orang-orang bermain salju di dekat Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsha, Kota Tua Yerusalem, pada Kamis (18/2/2021).

Jakarta, HanTer - Yerusalem terbangun karena pengalaman langka, lantaran baru terjadi lagi untuk pertama kali dalam delapan tahun terakhir.

Mereka melihat situs sucinya tertutup salju pada hari Kamis (18/2/2021) pagi waktu setempat, dengan Kubah Batu (Dome of the Rock) sebuah bangunan persegi delapan berkubah emas yang terletak di tengah kompleks Masjid Al Aqsa dan Tembok Ratapan (Western Wall) di bawah lapisan putih salju, setelah badai yang terjadi malam sebelumnya.

Sebelum fajar, anak-anak saling melempar bola salju di luar gerbang Kota Tua, sementara orang berjalan dengan susah payah ke situs-situs yang suci bagi Yudaisme, Islam dan Kristen.

Badai salju dimulai pada Rabu malam, menyebabkan pihak berwenang menutup transportasi umum dan memblokir jalan utama ke Yerusalem.

Tapi saat mereda dalam semalam, pemerintah kota mengatakan akan melanjutkan layanan, dan orang-orang bahkan berdatangan untuk melihat kejadian itu.

"Kami datang dari Tel Aviv untuk bermain di salju," kata Ben Miller. “Sangat jarang kami mendapatkan salju di Yerusalem. Terakhir kali, menurutku, adalah 2013. "

Fenomena cuaca yang langka ini sempat menyebabkan sejumlah gangguan dan mendorong pemerintah kota melakukan pertemuan khusus terkait sistem dan layanan pendidikan kota pada pagi itu.

Pertemuan itu dipimpin oleh Wali Kota Yerusalem Moshe Lion dan dihadiri oleh Ari Kaplan, ketua Serikat Guru. “Institusi pendidikan di lingkungan tertentu di Yerusalem batu disetujui untuk dibuka kembali oleh Kementerian Kesehatan mulai pukul 9 pagi,” menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Yerusalem.

#Fenomena   #Langka   #MasjidAlAqsa   #Salju   #Yerusalem   #