Intelijen Yaman: Houthi Kerja Sama dengan al-Qaeda dan ISIS

Hermansyah

Jakarta, HanTer - Pemerintah Yaman menyerahkan laporan intelijen kepada Dewan Keamanan PBB yang menjelaskan hubungan dekat antara milisi Houthi dan al-Qaeda dan ISIS. Laporan tersebut juga mengatakan kelompok tersebut merupakan perpanjangan dari hubungan antara Iran dan organisasi teroris.

"Laporan ini, yang didasarkan pada informasi dan fakta intelijen yang dikonfirmasi," kata pemerintah Yaman dalam laporannya kepada Dewan Keamanan PBB tertanggal 30 Maret lalu.

Selain itu, laporan tersebut menunjukkan bagaimana milisi ini menggunakan hubungan mereka dengan organisasi teroris untuk menimbulkan lebih banyak terorisme pada rakyat Yaman.

Houthi telah meningkatkan serangan mereka ke Yaman dan negara tetangga Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.

Seorang warga sipil tewas dan enam lainnya cedera pada hari Selasa setelah rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi yang didukung Iran jatuh di tengah lingkungan perumahan di Ma'rib Yaman, Al Arabiya melaporkan mengutip sumber-sumber lokal.

Ma'rib adalah benteng utama terakhir di utara untuk pasukan pro-pemerintah dan merupakan rumah bagi salah satu infrastruktur minyak terbesar Yaman.


Menyalahgunakan Informasi Keamanan

Ketika Houthi menguasai Sanaa, kelompok itu menyita semua informasi yang dikumpulkan oleh layanan keamanan nasional dan politik pemerintah, menurut laporan itu.

Houthi "memanipulasi dan menyalahgunakan [informasi] untuk membangun hubungan dekat dengan al-Qaeda dan ISIS".

Pemerintah Yaman mengatakan Houthi dan organisasi teroris telah bekerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan dan intelijen, menyediakan tempat berlindung yang aman bagi banyak anggota organisasi teroris, mengoordinasikan operasi tempur melawan pasukan yang sah, mengizinkan organisasi teroris untuk membangun dan membentengi. benteng mereka, sambil menghindari konfrontasi dengan mereka.

Kelompok yang didukung Iran juga membebaskan 252 tahanan teroris yang dipenjara, di penjara keamanan nasional dan politik Sanaa dan gubernur lainnya, laporan itu mengungkapkan.

Jamal Mohammed al-Badawi, salah satu teroris di balik pemboman di kapal perusak Angkatan Laut AS USS Cole, dibebaskan dari penjara oleh Houthi, kata laporan itu.

Pada bulan Oktober 2000, USS Cole dibom dalam serangan bunuh diri yang dilakukan oleh al-Qaeda di pelabuhan Aden di Yaman, menewaskan 17 pelaut, melukai 39 lainnya, dan merusak kapal.

Lima puluh lima teroris al-Qaeda saat ini berada di Sanaa dan daerah lain yang dikuasai Houthi, tambah laporan itu.

Laporan itu juga mencakup kesaksian anggota al-Qaeda yang ditangkap oleh Pasukan Tentara Nasional Yaman saat mereka berperang bersama milisi Houthi.

Anggota Al-Qaeda Musa Nassir Ali Hassan al-Melhani mengakui keberadaan pejuang al-Qaeda dalam milisi Houthi, dan mengatakan bahwa kelompok yang didukung Iran sangat bergantung pada para pejuang di Sanaa.

Pemerintah Yaman mengatakan bahwa Houthi dan organisasi teroris merencanakan tindakan kriminal terkoordinasi yang mengancam keamanan dan stabilitas Yaman dan kawasan itu, serta jalur pelayaran internasional.

Pemerintah meminta Dewan Keamanan dan komunitas internasional untuk melawan terorisme yang dipraktikkan oleh milisi ini, dan untuk mendukung dan menyetujui upaya yang dilakukan oleh pemerintah yang sah dan Tentara Nasional untuk mengakhiri pertempuran mereka melawan semua aspek terorisme terorganisir oleh mereka. Hermansyah

#Yaman   #Houthi   #al-Qaeda   #ISIS   #Iran