Senat Yordania Jadikan Beberapa Pejabat Tinggi Tahanan Rumah karena Alasan Keamanan

Hermansyah
Senat Yordania Jadikan Beberapa Pejabat Tinggi Tahanan Rumah karena Alasan Keamanan
Polisi menghentikan kendaraan di luar Masjid Agung Husseini di ibu kota Yordania, Amman

Jakarta, HanTer - Senat Yordania menegaskan dukungannya kepada Raja Abdullah II dalam menjaga stabilitas Yordania, kata ketua senat pada hari Minggu (4/4/2021), setelah beberapa pejabat tinggi ditangkap karena alasan keamanan.

Saudara tiri Raja Abdullah dan mantan Putra Mahkota Hamzah bin Hussein telah diberitahu untuk menghentikan tindakan yang digunakan untuk menargetkan "keamanan dan stabilitas" negara.

Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita negara, dikatakan tindakan itu adalah bagian dari penyelidikan keamanan yang lebih luas di mana mantan menteri, anggota keluarga kerajaan dan beberapa individu tak dikenal lainnya ditahan.

"Kami menegaskan dukungan kami untuk Raja Abdullah II dalam menjaga stabilitas Yordania. Yordania adalah garis merah dan raja kami adalah garis merah," menekankan pentingnya rakyat Yordania untuk menghindari "dipimpin oleh rumor," bunyi keterangan juru bicara Senat.

Menteri Informasi Yordania telah menyatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan pernyataan rinci tentang penangkapan yang terjadi di negara itu sehari sebelumnya.

Sementara itu dalam postingan video, mantan Putra Mahkota Hamza bin Hussein mengatakan bahwa dia berada di bawah tahanan rumah dan telah diberitahu untuk tinggal di rumah dan tidak menghubungi siapa pun.

“Saya membuat rekaman ini untuk coba menjelaskan apa yang telah terjadi selama beberapa jam terakhir dengan saya. Saya mendapat kunjungan dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yordania pagi ini di mana dia memberi tahu saya bahwa saya tidak diizinkan keluar, berkomunikasi dengan orang, atau bertemu dengan mereka,” katanya.

Hamzah juga mengatakan dia diberi peringatan dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yordania, Kepala Kepolisian dan Kepala Badan Keamanan bahwa dia tidak boleh meninggalkan rumahnya, bahwa dia hanya bisa mengunjungi keluarga, dirinya tidak bisa tweet dan tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Pada kesempatan itu, Hamzah juga menekankan bahwa dia bukan bagian dari konspirasi asing dan mengecam sistem pemerintahan yang korup.

“Saya bukan orang yang bertanggung jawab atas kegagalan dalam pemerintahan, atas korupsi dan ketidakmampuan yang telah lazim dalam struktur pemerintahan kita selama 15 hingga 20 tahun terakhir dan telah menjadi lebih buruk.. Saya tidak bertanggung jawab atas kurangnya kepercayaan yang dimiliki orang-orang terhadap institusi mereka. Mereka bertanggung jawab," sebutnya.