Rusia akan Produksi Peralatan Militer di India

Hermansyah
Rusia akan Produksi Peralatan Militer di India
Pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar di India pada hari Selasa (6/4/2021), membahas produksi tambahan peralatan militer Rusia di India.

Jakarta, HanTer - Rusia dan India sedang membahas kemungkinan produksi tambahan peralatan militer Rusia di India, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan di New Delhi pada hari Selasa (6/4/2021).

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, Lavrov tidak merinci jenis peralatan apa yang bisa dibuat di India. Namun, para pejabat dari kedua negara mengatakan pemerintah mereka telah membahas selama beberapa tahun kemungkinan membuat helikopter militer Rusia di India.

"Kami telah mengkonfirmasi tekad kami terhadap pengembangan kerjasama teknis-militer. Ini memiliki rencananya sendiri, dan prospek produksi tambahan peralatan militer Rusia di wilayah India sedang dibahas," kata Lavrov pada konferensi pers, menambahkan ada komisi antar-pemerintah yang menangani masalah tersebut.

Meskipun perjanjian semacam itu akan sesuai dengan program make-in-India andalan Perdana Menteri India Narendra Modi, hal itu dapat membuat marah Amerika Serikat.

Lavrov mengatakan Amerika Serikat telah berusaha untuk mencegah negara-negara membeli senjata Rusia, tetapi keberatan AS tidak muncul selama pembicaraannya dengan Jaishankar, yang berfokus pada pendalaman hubungan militer.

Sebelumnya, Washington telah memperingatkan New Delhi bahwa mereka dapat menghadapi sanksi jika melakukan pembelian sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 Rusia berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada 2018 , meskipun tidak membuat ancaman yang sama atas pembelian senjata India lainnya dari Rusia.

Amerika Serikat telah mendesak India untuk tidak membeli sistem pertahanan udara S-400 karena dapat memicu sanksi berdasarkan Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi. Seperti halnya Turki yang dikenai sanksi pada tahun lalu karena membeli peralatan yang sama.

India melakukan pembayaran awal sebesar 800 juta dolar Amerika pada tahun 2019, dan set baterai rudal pertama diharapkan akan dikirim menjelang akhir tahun ini.

#India   #Rusia   #SergeiLavrov   #S400