Militer NATO Mengancam, Rusia akan Tingkatkan Kesiapan Tempur

Hermansyah
Militer NATO Mengancam, Rusia akan Tingkatkan Kesiapan Tempur
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu

Jakarta, HanTer - Rusia mengambil langkah-langkah untuk menanggapi ancaman militer dari NATO, termasuk pemeriksaan kesiapan tempur dan latihan pasukan, kantor berita mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu pada hari Selasa (13/4/2021).

Shoigu dikutip mengatakan bahwa NATO berencana untuk mengerahkan 40.000 tentara dan 15.000 personel militer di dekat wilayah Rusia. Penumpukan besar pasukan Rusia yang tidak dapat dijelaskan di dekat perbatasan timur Ukraina dan di Krimea, yang dianeksasi Moskow dari Ukraina pada tahun 2014, telah meningkatkan ketegangan dalam beberapa pekan terakhir.

Rusia pada Selasa menyebut Amerika Serikat sebagai musuh dan mengatakan kepada kapal perang AS untuk menjauh dari Krimea demi kebaikan mereka sendiri, menyebut penempatan mereka di Laut Hitam sebagai provokasi yang dirancang untuk menguji Rusia.

Moskow mencaplok Crimea dari Ukraina pada 2014 dan dua kapal perang AS akan tiba di Laut Hitam pekan ini di tengah meningkatnya pertempuran di timur Ukraina, tempat pasukan pemerintah memerangi separatis yang didukung Rusia dalam konflik yang menurut Kyiv telah menewaskan 14.000 orang.

"Amerika Serikat adalah musuh kami dan melakukan segala yang dapat dilakukan untuk merusak posisi Rusia di panggung dunia," kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia.

“Kami tidak melihat elemen lain dalam pendekatan mereka. Itu adalah kesimpulan kami,” tambah Sergei Ryabkov.

Komentar itu menunjukkan bahwa lapisan kebaikan diplomatik yang umumnya dicari oleh bekas musuh Perang Dingin dalam beberapa dekade terakhir semakin menipis.

#Militer   #Rusia   #NATO   #Perang