Demi Mengurus Jenazah Korban Covid-19,Polisi Batalkan Pernikahan Putrinya

yp
Demi Mengurus Jenazah Korban Covid-19,Polisi Batalkan Pernikahan  Putrinya
foto: pti/indiatimes

INDIA – Di tengan lonjakan mengerikan kasus Covid-19, polisi 56 tahun ini benar-benar mengesampingkan ego pribadi. Ia menunda pernihankan putri satu-satunya demi mengurus kremasi jenazah korban Covid-19.

India Times melaporkan Rakesh Kumar, Asisten Sub-Inspektur Kepolisian Delhi, berdinas di Hazrat Nizamuddin. Ia meninggalkan keluarga di Baghpat Uttar Pradesh untuk melayani masyarakat sesuai penempatan tugasnya di Krematorium Lodhi Delhi. Tercatat ia sudah membantu 1.100 keluarga di masa pandemi Covid-19 ini.

Pak Polisi ini telah berdinas selama 36 tahun. Meski begitu, tak kurang semangat pengabdiannya membantu masyarakat terlebih saat negara tengah dihantam gelombang kedua Covid-19 yang bahkan oleh Perdana Menteri Modi disebut dengan istilah tsunami Covid-19.

Bahkan, ia membatalkan pernikahan putrinya yang rencananya digelar pada 7 Mei. "Bagaimana mungkin saya bisa pulang lalu merayakannya," ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan alasannya. “Meskipun saya selalu memakai  APD dan masker ganda, saya tidak ingin membahayakan anggota keluarga saya,” katanya. “Lagi pula di sini banyak keluarga yang membutuhkan bantuan kami. Sekarang, ini adalah tugas saya. Jadi, bagaimana mungkin saya bisa pergi dan merayakan pernikahan putri saya.”

Rakesh Kumar kemudian menyebut setiap hari ia datang ke krematorium setiap pada pukul 07:00.  Ia tetap bertugas sampai tengah malam.

Sepanjang hari, ia membantu pendeta dan staf krematorium mengelola kremasi. Rakesh Kumar mengatakan bahwa krematorium Lodhi yang memiliki kapasitas untuk mengkremasi 47 jenazah dalam sehari, saat ini harus melayani kremasi hampir 60 jenazah per hari. Padahal sebelum pandemi, setiap hari tak sampai 10 orang yang dikremasi.

"Saya menyalakan kayu bakar, membeli bahan untuk ritual pemujaan," katanya

“Saya hari saya datang jam  7 untuk membantu para pendeta dan pekerja. Pada siang hari, saya membantu menyalakan api untuk kremasi, mengambil jenazah, membeli bahan untuk pemujaan dan berkoordinasi dengan pengemudi ambulans,” katanya.

Khumar menghitung, sudah lebih dari 1.000 jenazah dikremasinya. “Sejak 13 April, saya telah membantu mengkremasi lebih dari 1.100 jenazah. Banyak dari mereka meninggal karena Covid. Anggota keluarga mereka tidak bisa hadir, jadi kami membantu petugas yang akan datang. Saya meninggalkan tempat ini sekitar jam 7atau 8 malam,” kata Kumar.

Setiap 15 sampai 20 hari sekali, Khumar meninggalkan barak polisi tempat tinggalnya di Nizamuddin. Ia pulang menjenguk istri dan tiga anaknya, yakni dua lelaki dan satu perempuan.

Panjang umur dan sehat selalu, Pak Polisi! (yp)