Arab Saudi akan Gelar Haji dalam Kondisi Khusus Di Tengah Covid-19

Hermansyah
Arab Saudi akan Gelar Haji dalam Kondisi Khusus Di Tengah Covid-19
Jamaah saat melakukan tawaf dengan melakukan protokol kesehatan dalam hal ini menjaga jarak sebagai tindakan pencegahan virus Corona saat mengelilingi Ka'bah, tempat suci paling suci Islam, di tengah Masjidil Haram di kota suci Mekkah, di awal Haji Muslim tahunan. 

Jakarta, HanTer - Arab Saudi akan mengadakan ibadah haji pada tiga bulan kedepan di bawah kondisi khusus untuk melindungi dari penyebaran Covid-19, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan pada hari Minggu (9/5/2021).

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengatakan rincian lebih lanjut tentang rencana operasional haji tahun ini akan diumumkan di lain waktu. "Otoritas kesehatan di Kerajaan terus menilai situasi dan mengambil semua tindakan untuk memastikan keamanan semua," kata juru bicara itu dalam konferensi pers.

Tahun lalu, Kerajaan hanya mengizinkan dalam keterbatasan dari mereka yang tinggal di negara itu dan yang memenuhi kriteria tertentu untuk berpartisipasi dalam ziarah haji, yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan diwajibkan bagi Muslim yang sehat setidaknya sekali seumur hidup mereka. .

Mereka yang berhasil mengamankan tempat dipilih secara acak melalui sistem undian otomatis, tanpa keterlibatan manusia, menurut Kementerian Haji dan Umrah.

Kelompok tersebut diharuskan mengisolasi diri di rumah tujuh hari sebelum tiba di Mekah, sebagai bagian dari persyaratan untuk ikut menunaikan ibadah haji. Para peserta kemudian dikarantina di hotel yang ditentukan hingga dimulainya prosesi haji.

Jemaah diangkut dalam kelompok yang ditentukan setiap hari sementara setiap 50 orang didampingi oleh seorang pemimpin kesehatan untuk memastikan langkah-langkah keamanan, termasuk mengenakan masker dan jarak sosial , dilaksanakan setiap saat.