Meriahnya Idul Fitri di Cihna, Masjid-Masjid Dipenuhi Umat

us
Meriahnya Idul Fitri di Cihna, Masjid-Masjid Dipenuhi Umat

Jamaah Sholat Idul Fitri di masjid-masjid China meluber seperti di tahun-tahun sebelum pandemi covid-19. Salah satu contoh, di ruang utama Masjid Nanxiapo, Beijing, tidak mampu lagi menampung jamaah Sohlat Idul Fitri, pada Kamis. Begitu pula Masjid Niujie dan Masjid Idkah.

Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang untuk pertama kalinya dalam sejarah mengadakan Resepsi Idul Fitri bersama diplomat dan media asing.

Dalam video streaming yang diputar pada Resepsi Idul fitri yang digelar oleh Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang menunjukkan kemeriahan. 

Ribuan umat Islam berkumpul di halaman Masjid Idkah,Kota Kashgar, Xinjiang, yang dibangun pada tahun 1468 Masehi itu untuk menari secara massal diiringi musik tradisional warga etnis minoritas Muslim Uighur.

"Betul, acara ini memang baru pertama kali digelar," kata Deputi Direktur Partai Komunis China (CPC) Daerah Otonomi Xinjiang, Xu Guixiang, saat dikonfirmasi ANTARA Beijing seusai memandu jalannya acara tersebut. 

Meskipun ramai oleh jemaah, pengurus masjid di China tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memindai kartu kesehatan melalui ponsel, mengukur suhu tubuh, dan mengenakan masker. 

Uniknya, sebelum Salat Idul Fitri digelar mulai pukul 08.00 waktu setempat (07.00 WIB) didahului dengan pengibaran bendera nasional China. 

Media China menyebutkan bahwa 20 juta umat Islam di seluruh wilayah daratan tersebut merayakan Idul Fitri secara serentak. 

Perayaan Idul Fitri tahun ini lebih mendapatkan tempat di media-media nasional China dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kemeriahan suasana Lebaran di China terjadi di tengah beberapa penduduk dunia yang mengalami keterbatasan merayakan Idul Fitri sebagai dampak masih banyaknya kasus positif COVID-19.(us)