Lengser, Netanyahu Langsung Siap Gulingkan Bennett
Foto : PM Israel Naftali Bennett yang menggantikan Netanyahu yang telah 12 tahun berkuasa. (instagram naftalibennett)

JAKARTA –  Setelah berkuasa 12 tahun, Benjamin Netanyahu akhirnya lengser usai pemilihan di parlemen atau Knesset Israel. Ia digantikan Naftali Bennett. Pergantian ini adalah skenario yang sebelumnya tak pernah dibayangkan sejumlah warga Israel sendiri.

Reuters melaporkan Netanyahu terguling setelah kalah tipis 60-59. Ribuan orang di Tel Aviv menyambut hasil tersebut.

"Saya di sini merayakan akhir sebuah era di Israel," ujar Erez Biezuner di Rabin Square.

Mendukung pemerintahan baru, ia menari sambil mengibarkan bendera Israel. "Kami ingin mereka berhasil dan menyatukan kami lagi." Katanya.

Meski kalah, Netanyahu tak diam. Proa 71 tahun ini langsung menyatakan akan kembali lebih cepat dari yang diharapkan. "Jika kami ditakdirkan untuk menjadi oposisi, kami akan melakukannya dengan kepala tegak sampai kami dapat menggulingkannya," ujarnya kepada parlemen pelantikan Bennett.

Rencana pemerintah baru adalah menghindari langkah besar pada isu  internasional yang hangat seperti kebijakan terhadap Palestina. Pemerintahan akan lebih fokus pada reformasi domestik.

Di satu sisi, warga Palestina tidak terpengaruh dengan perubahan kepemimpinan Israel. Mereka memperkirakan Bennett, mantan kepala pertahanan yang menganjurkan pencaplokan bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, akan mengejar agenda sayap kanan yang sama seperti partai Likud pimpinan Netanyahu.

Di bawah kesepakatan koalisi, Bennett, akan menjari Perdana Menteri hingga 2023. Ia adalah seorang Yahudi Ortodoks 49 tahun. Ia juga jutawan teknologi tinggi. (*/yp)