Afghanistan Kehabisan Oksigen Saat Lonjakan Covid-19 Kian Memburuk
Foto : Warga membawa tabung oksigen dari pabrik oksigen milik pribadi, di Kabul, Afghanistan, Sabtu (19/6/ 2021)

Jakarta, HanTer - Afghanistan tengah berupaya untuk meningkatkan pasokan oksigen ketika gelombang ketiga Covid-19 yang mematikan kian memburuk, seorang pejabat kesehatan senior mengatakan kepada The Associated Press dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu (19/6/2021).

Pemerintah bergantung pada pasokan pabrik oksigen di 10 provinsi di mana peningkatan kasus Covid di beberapa daerah berkisar sekitar 65 persen, kata juru bicara kementerian kesehatan Ghulam Dasigi Nazary.

Berdasarkan rekomendasi WHO, apa pun yang lebih tinggi dari 5 persen menunjukkan pejabat tidak melakukan pengujian yang cukup luas, memungkinkan virus menyebar tanpa terkendali. Afghanistan melakukan hampir 4.000 tes sehari dan seringkali jauh lebih sedikit.

Jumlah infeksi 24 jam Afghanistan juga terus naik dari 1.500 pada akhir Mei ketika kementerian kesehatan sudah menyebut lonjakan itu "krisis," menjadi lebih dari 2.300 minggu ini.

Sejak wabah pandemi, Afghanistan melaporkan 101.906 kasus positif dan 4.122 kematian. Tetapi angka-angka itu kemungkinan sangat kecil, hanya mencatat kematian di rumah sakit – bukan jumlah yang jauh lebih besar yang meninggal di rumah.

Sementara itu, Afghanistan menerima 900 tabung oksigen dari Iran pada Sabtu, sebagian dari 3.800 tabung yang dijanjikan Teheran akan dikirimkan ke Kabul pekan lalu. Pengiriman itu tertunda oleh pemilihan presiden Iran, kata Nazary.

Afghanistan bahkan telah kehabisan tabung kosong, menerima pengiriman 1.000 minggu lalu dari Uzbekistan.

Sementara rumah sakit menjatah pasokan oksigen mereka, warga Afghanistan yang sangat membutuhkan oksigen menggedor pintu beberapa pemasok oksigen di ibu kota Afghanistan, memohon agar tabung kosong mereka diisi untuk orang-orang terkasih yang terinfeksi Covid-19 di rumahnya.

Abdul Wasi, yang istrinya sakit selama hampir 10 hari, telah menunggu empat hari untuk mengisi satu silinder 45 liter di pabrik oksigen Najb Siddiqi di Kabul timur. Puluhan laki-laki kebanyakan menggedor gerbang baja setinggi 10 kaki dari pabrik oksigen.

Beberapa dari mereka mendoronga tabung oksigen kosong mereka ke pintu gerbang, sementara yang lain melambaikan secarik kertas kecil yang berisi nomor tabung mereka di dalam pabrik, menunggu untuk diisi.

Wasi mengatakan tidak ada ranjang rumah sakit untuk istrinya, yang kadar oksigennya berkisar 70-80 persen. Mereka menjatahnya, katanya memberinya sejumlah kecil oksigen ketika turun menjadi sekitar 45 -50 persen.