Kematian Akibat Banjir Bandang Di Eropa Meningkat Menjadi 188 Orang
Foto : Banjir bandang di Eropa 2021

Jakarta, HanTer - Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut bahwa banjir yang telah menghancurkan beberapa bagian Eropa mengerikan, setelah jumlah korban tewas di seluruh wilayah itu naik menjadi 188 ketika sebuah distrik di Bavaria dilanda banjir lantaran cuaca ekstrim. 

Merkel menjanjikan bantuan keuangan cepat setelah mengunjungi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak rekor curah hujan dan banjir yang telah menewaskan sedikitnya 157 orang di Jerman saja dalam beberapa hari terakhir, dalam bencana alam terburuk di negara itu dalam hampir enam dekade.

Dia juga mengatakan pemerintah harus menjadi lebih baik dan lebih cepat dalam upaya mereka untuk mengatasi dampak perubahan iklim hanya beberapa hari setelah Eropa menguraikan paket langkah-langkah menuju emisi "nol bersih" pada pertengahan abad ini. 

“Ini mengerikan,” katanya kepada penduduk kota kecil Adenau di negara bagian Rhineland-Palatinate. "Bahasa Jerman hampir tidak bisa menggambarkan kehancuran yang terjadi," tambahnya.

Ketika upaya terus melacak orang hilang, kehancuran berlanjut pada hari Minggu ketika sebuah distrik Bavaria, Jerman selatan, dilanda banjir bandang yang menewaskan sedikitnya satu orang. 

Jalan berubah menjadi sungai, beberapa kendaraan hanyut dan petak tanah terkubur di bawah lumpur tebal di Berchtesgadener Land. 

Ratusan petugas penyelamat sedang mencari korban selamat di distrik yang berbatasan dengan Austria. “Kami tidak siap untuk ini,” kata administrator distrik Berchtesgadener Land Bernhard Kern, menambahkan bahwa situasinya telah memburuk “secara drastis” pada Sabtu malam, menyisakan sedikit waktu bagi layanan darurat untuk bertindak.

Sekitar 110 orang tewas di distrik Ahrweiler yang paling parah di selatan Cologne. Lebih banyak mayat diperkirakan akan ditemukan di sana saat air banjir surut, kata polisi. 

Banjir Eropa, yang dimulai pada hari Rabu pekan lalu, sebagian besar melanda negara bagian Rhineland Palatinate di Jerman, Rhine-Westphalia Utara serta sebagian Belgia. Seluruh komunitas telah terputus, tanpa listrik atau komunikasi. Di Rhine-Westphalia Utara setidaknya 46 orang telah meninggal, sementara jumlah korban tewas di Belgia mencapai 31 orang.  

Skala banjir berarti mereka bisa mengguncang pemilihan umum Jerman pada bulan September tahun depan.  

Perdana Menteri negara bagian Rhine-Westphalia Utara Armin Laschet, kandidat partai Christian Democratic Union (CDU) untuk menggantikan Merkel, meminta maaf karena tertawa di latar belakang sementara Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berbicara kepada media setelah mengunjungi kota Erftstadt yang hancur.