Beaune Kecam Aturan Baru Karantina Inggris yang Dianggap Didiskriminasi Terhadap Perancis
Foto : Menteri Urusan Eropa Prancis Clement Beaune

Jakarta, HanTer - Pemerintah Perancis pada hari Kamis (29/7/2021), mengatakan bahwa pihaknya gagal memahami terhadap aturan baru Inggris terhadap warga negara Uni Eropa yang divaksinasi penuh untuk memasuki negara tersebut tanpa harus dikarantina, kecuali dari Perancis.

Mulai minggu depan, para pelancong yang sepenuhnya disuntik dengan vaksin yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Badan Obat-obatan Eropa akan dapat melakukan perjalanan dari negara mana pun dalam daftar lampu lalu lintas "kuning" pemerintah Inggris tanpa harus mengisolasi diri di rumah selama 10 hari, kata pemerintah Inggris pada hari Rabu lalau. Kedatangan dari Prancis adalah satu-satunya pengecualian.

"Keputusan ini diskriminatif terhadap orang Prancis. Itu berlebihan dan tidak masuk akal dalam hal kebijakan kesehatan dan itu tidak memiliki dasar dalam sains," kata Menteri Urusan Eropa Prancis Clement Beaune kepada saluran TV LCI.

Inggris mengecualikan Perancis karena kekhawatiran pemerintah atas kehadiran terus-menerus varian Beta, yang diyakini lebih resisten terhadap vaksin.

Tetapi Beaune mengatakan jika strain Delta menyumbang kurang dari lima persen kasus Covid di Perancis, dan sebagian besar terjadi di wilayah luar negeri dari mana relatif sedikit orang yang bepergian ke Inggris.

Beaune juga menyayangkan pelancong dari UE masih belum bisa masuk ke Amerika Serikat, padahal turis Amerika bisa dengan mudah datang ke negara-negara UE asalkan mereka divaksinasi atau hasil tes Covid-nya negatif.

“Kita seharusnya menjaga hubungan timbal balik sebagai kartu truf di lengan baju kita di tingkat Eropa. Mungkin Eropa secara keseluruhan seharusnya lebih keras dalam negosiasi,” kata Beaune.  

epada hari Rabu melaporkan hanya di bawah 28.000 kasus Covid baru selama 24 jam sebelumnya dan 40 kematian baru akibat virus tersebut.

Sebanyak 111.768 orang telah meninggal karena Covid di Perancis, menurut otoritas kesehatan.