Pasca Kudeta Gagal, Tentara Sudan Tangkap 21 Perwira
Foto : Perdana Menteri Sudan, Abdalla Hamdok

Jakarta, HanTer - Tentara Sudan mengatakan telah menangkap 21 perwira dan sejumlah tentara lainnya sehubungan dengan upaya kudeta yang akhirnya berujung kegagalan pada Selasa (21/9/2021).

Tentara mengatakan telah mendapatkan kembali kendali atas semua lokasi yang telah dikendalikan oleh para pelaku kudeta, menambahkan bahwa penyelidikan dan pencarian sedang berlangsung untuk sisa dari mereka yang terlibat dalam upaya kudeta.

"Upaya kudeta di Sudan diorganisir oleh elemen-elemen di dalam dan di luar militer, yang mengarah pada penangkapan pertama mereka yang terlibat dalam plot semacam itu," kata Perdana Menteri Sudan, Abdalla Hamdok.

"Upaya yang gagal didahului oleh upaya untuk menabur ketidakamanan, terutama di timur Sudan, tetapi gagal merusak transisi demokrasi negara itu," tambah Hamdok.

Sudan secara bertahap disambut ke dalam lingkaran internasional sejak penggulingan Bashir, yang memerintah Sudan selama hampir 30 tahun dan dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan kekejaman yang dilakukan di Darfur pada awal 2000-an.

Bashir saat ini berada di penjara di Khartoum, di mana dia menghadapi beberapa persidangan.

Kepala jaksa ICC mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Sudan bulan lalu untuk mempercepat langkah-langkah untuk menyerahkan mereka yang dicari ke Darfur.

Ekonomi Sudan telah berada dalam krisis yang mendalam sejak sebelum penggulingan Bashir dan pemerintah transisi telah menjalani program reformasi yang dipantau oleh Dana Moneter Internasional.

Menggarisbawahi dukungan Barat untuk otoritas transisi, Klub kreditur resmi Paris setuju pada bulan Juli untuk membatalkan $14 miliar utang Sudan dan untuk merestrukturisasi sisa lebih dari $23 miliar utangnya kepada anggota klub. Tetapi ekonomi masih berjuang dengan inflasi yang cepat dan kekurangan barang dan jasa.