Hindari Perpecahan, Sekjen PBB Desak AS-China Segera Berdialog
Foto : Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

Jakarta, HanTer - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Selasa (2/9/2021) mendesak Amerika Serikat dan China untuk terlibat dalam dialog, memperingatkan dunia yang semakin terpecah.

“Saya khawatir dunia kita sedang bergerak menuju dua perangkat aturan ekonomi, perdagangan, keuangan dan teknologi yang berbeda, dua pendekatan yang berbeda dalam pengembangan kecerdasan buatan dan pada akhirnya dua strategi militer dan geopolitik yang berbeda,” kata Guterres saat membuka Sidang Umum tahunan PBB.

“Ini adalah resep untuk masalah. Itu akan jauh lebih sulit diprediksi daripada Perang Dingin. Untuk memulihkan kepercayaan dan menginspirasi harapan, kita membutuhkan kerja sama. Kita butuh dialog. Kami butuh pengertian,” katanya.

KTT itu akan menampilkan pidato pertama kepada badan dunia oleh Presiden AS Joe Biden, yang menggambarkan Cina yang sedang bangkit dan otoriter sebagai tantangan terpenting abad ke-21.

Presiden China Xi Jinping juga akan berpidato di PBB tetapi melalui video mengingat pembatasan Covid-19.

Guterres mengatakan bahwa perpecahan antara kedua kekuatan itu menghambat upaya pada prioritas utama lainnya termasuk membalikkan kudeta.

Sejak Februari, militer telah menguasai Myanmar dan Guinea dan pemerintah Afghanistan yang didukung Barat jatuh ke tangan Taliban.

“Kami juga melihat ledakan perebutan kekuasaan secara paksa. Kudeta militer kembali terjadi. Kurangnya persatuan di antara komunitas internasional tidak membantu. Perpecahan geopolitik merusak kerja sama internasional dan membatasi kapasitas Dewan Keamanan untuk mengambil keputusan yang diperlukan,” kata Guterres.